BERIKABARNEWS l – Pesona buah stroberi memang tak pernah pudar. Warna merah merona, aroma segar, dan rasa khas membuat buah ini selalu menjadi primadona, baik sebagai camilan sehat maupun bahan utama dessert premium.
Memasuki tahun 2026, pasar stroberi di Indonesia semakin ramai. Di satu sisi, stroberi impor asal Korea Selatan sedang naik daun berkat citra premium dan tampilannya yang menggoda. Di sisi lain, stroberi lokal dari pegunungan Nusantara tetap digemari karena kesegaran alaminya dan harga yang lebih terjangkau.
Keduanya memiliki karakter khas dan penggemar setia, sehingga pilihan terbaik kembali pada selera masing-masing.
Stroberi Korea Menanjak, Unggul di Manis dan Aroma
Stroberi Korea dikenal dengan ukuran jumbo, rasa manis yang intens, dan aroma kuat yang langsung menggugah selera. Buah ini dikembangkan melalui teknologi pertanian modern dan seleksi varietas unggulan, menjadikannya pilihan favorit untuk dessert premium.
Varietas seperti Seolhyang menawarkan tekstur juicy dan lembut, sementara King’s Berry memiliki ukuran besar hingga tiga kali lipat stroberi biasa dengan rasa manis dominan. Keumsil memikat dengan aroma menyerupai buah persik yang elegan, dan Jukhyang termasuk varietas premium dengan kemanisan tinggi serta daging buah lebih kokoh.
Tidak heran jika stroberi Korea sering dijadikan bahan utama dessert estetik di kafe dan restoran kelas menengah ke atas.
Stroberi Lokal Tetap Juara di Kesegaran Alami
Meski stroberi Korea sedang naik daun, stroberi lokal Indonesia tetap tak kalah menarik. Buah yang tumbuh di dataran tinggi seperti Ciwidey, Garut, dan Bedugul menawarkan kesegaran alami dengan perpaduan rasa asam-manis yang seimbang, sangat sesuai dengan lidah tropis.
Varietas unggulan seperti Rosa Linda dari Bedugul terkenal akan kesegarannya, sementara Earlibrite atau Holibert yang banyak dibudidayakan di Jawa Barat memiliki tekstur kenyal dan rasa segar. Sweet Charlie menjadi favorit karena manis dan produktif, sedangkan Oso Grande memiliki daging buah padat yang ideal untuk diolah tanpa mudah hancur.
Stroberi lokal yang tumbuh di ketinggian di atas 1.000 mdpl ini menghasilkan warna merah pekat yang kaya antioksidan dan tetap terjangkau bagi konsumen.
Baca Juga : Viral di Korea! Dujjong-ku, Kue Kenyal Dubai yang Bikin Antrean Mengular
Tren Dessert Stroberi 2026 Makin Estetik
Selain dinikmati langsung, stroberi kini menjadi bahan favorit untuk dessert estetik di tahun 2026. Berbagai kafe dan pelaku kuliner rumahan menghadirkan hidangan yang cantik dan menggoda selera, mulai dari es serut ala Korea dengan topping stroberi melimpah, minuman susu stroberi segar, stroberi mochi dengan isian cheesecake, jajanan stroberi berlapis gula kaca, hingga sandwich stroberi dengan whipped cream tebal.
Kreasi ini membuat stroberi semakin populer, terutama di kalangan generasi muda yang mencari sajian Instagramable. Secara keseluruhan, stroberi Korea unggul dari sisi manis dan aroma yang kuat, sedangkan stroberi lokal menonjolkan kesegaran alami dan rasa seimbang yang cocok untuk lidah tropis.
Baik untuk konsumsi harian maupun kreasi kuliner kekinian, stroberi tetap menjadi salah satu buah favorit pasar Indonesia di 2026. Pilihan ada di tangan Anda, namun yang jelas, baik Korea maupun lokal, stroberi tetap juara. *
