Tepuk Sakinah: Lima Pilar Edukatif untuk Membangun Keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah

Alissa Wahid menjelaskan lima pilar Tepuk Sakinah. (instagram.com/alissa_wahid)

BERIKABARNEWS l – Gerakan edukatif “Tepuk Sakinah” yang populer digunakan dalam kelas pra-nikah di berbagai organisasi Islam, bukan sekadar tepukan berirama. Psikolog Keluarga Alissa Wahid menjelaskan bahwa gerakan ini memiliki makna filosofis mendalam untuk mengajarkan Lima Pilar Tepuk Sakinah sebagai fondasi membangun keluarga sakinah, mawaddah, warahmah (ketenangan, cinta, dan kasih sayang).

Penjelasan Filosofi Tepuk Sakinah

Dalam acara STQH Nasional XXVIII di Kendari, Kamis (16/10/2025), Alissa mengungkapkan bahwa Tepuk Sakinah lahir dari diskusi para ahli psikologi dan hukum keluarga Islam yang berupaya memaknai kembali arti sakinah dalam konteks rumah tangga modern.

“Dari sanalah lahir lima pilar perkawinan sakinah yang kemudian dirangkum dalam Tepuk Sakinah,” ujarnya.

Lima Pilar Sakinah dan Janji Mitsaqan Ghaliza

Menurut Alissa, pasangan suami istri harus memahami dan memegang teguh Lima Pilar Tepuk Sakinah, yaitu:

  1. Prinsip Berpasangan
  2. Janji yang Kokoh (Mitsaqan Ghaliza)
  3. Saling Cinta dan Menjaga
  4. Saling Ridha
  5. Musyawarah

Ia mengibaratkan pilar-pilar ini sebagai fondasi utama kekuatan rumah tangga. Banyak kegagalan perkawinan terjadi karena pilar ini tidak kokoh, sehingga pasangan mudah menyerah saat menghadapi masalah.

“Sering kali mereka lupa bahwa ijab kabul itu disaksikan oleh Allah. Ketika cinta memudar, mereka langsung berpikir untuk berpisah. Padahal, janji itu adalah mitsaqan ghaliza—janji yang kokoh,” tegas Alissa.

Baca Juga : Kolaborasi 5CM Coffee dan Garuda Indonesia Bikin Brand Kopi Pontianak Makin Naik Kelas

Menghadapi Tren Negatif dan Isu Pernikahan Anak

Alissa menilai Tepuk Sakinah menjadi alat edukasi efektif untuk melawan tren media sosial yang melabeli pernikahan sebagai sesuatu yang menakutkan (marriage is scary).

“Padahal, kalau lima pilar ini dijaga, insyaallah perkawinan akan membawa kedamaian dan rahmah,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya komunikasi dan musyawarah dalam setiap keputusan besar rumah tangga.

Selain itu, Tepuk Sakinah mendukung upaya pencegahan pernikahan anak, karena menanamkan pemahaman tentang kesiapan emosional dan usia minimal 19 tahun sesuai Undang-Undang.

Harapan Menjadi Gerakan Nasional

Alissa berharap Tepuk Sakinah dapat berkembang menjadi gerakan nasional untuk memperkuat ketahanan keluarga di Indonesia.

“Kalau keluarga kuat, masyarakat juga kuat. Dan kalau masyarakat kuat, negara akan kokoh,” tutupnya penuh semangat. *

 

 

Kemenag.go.id

Kapan Puasa Ramadan 2026 Dimulai? Ini Prediksi 1 Ramadan 1447 H

BERIKABARNEWS l – Bulan suci Ramadan 1447 Hijriah...

Ilustrasi - Umat Muslim menunggu penetapan awal puasa Ramadan 1447 H melalui Sidang Isbat Kementerian Agama

Nisfu Syaban 2026 Jatuh pada 3 Februari, Ini Jadwal, Keutamaan, dan Amalan Sunnahnya

BERIKABARNEWS l – Bulan Syaban memiliki keistimewaan tersendiri...

Ilustrasi - Umat Muslim melaksanakan doa dan ibadah pada malam Nisfu Syaban menjelang bulan Ramadan.

Stroberi Korea vs Lokal: Siapa Juara 2026?

BERIKABARNEWS l – Pesona buah stroberi memang tak...

Dessert estetik berbahan stroberi Korea dan lokal.

Ingin Ibu Terharu? Coba Tips Masak Sendiri dan Ucapan Ini di Hari Ibu

BERIKABARNEWS l – Hari Ibu yang diperingati setiap...

Anak memberikan masakan buatan sendiri kepada Ibu di Hari Ibu. (Freepik)

Tak Perlu Kado Mahal, Masakan Buatan Sendiri Ini Dijamin Bikin Ibu Terharu

BERIKABARNEWS l – Peringatan Hari Ibu pada 22...

Ilustrasi - Anak menyajikan masakan buatan sendiri untuk ibu saat perayaan Hari Ibu di rumah. (Freepik.com)

Mulai Hari Tanpa Kopi? Coba Matcha, Minuman Sehat yang Tetap Bikin Melek!

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Kalau biasanya kamu nggak...

Menikmati matcha latte sambil bekerja untuk tetap fokus tanpa efek kopi. (unsplash.com/@alanaharris)

berita terkini