BERIKABARNEWS l KUBU RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus memperkuat fondasi persatuan dan toleransi di tengah keberagaman masyarakat. Hal ini ditegaskan kembali oleh Wakil Gubernur Kalbar, Krisantus Kurniawan, saat menghadiri Haul IKBS Bani Si’a ke-11 di Kawasan Madrasah Miftahul Huda, Desa Sungai Malaya, Kecamatan Sungai Ambawang, Minggu (25/1/2026).
Acara haul yang menjadi tradisi mendoakan para leluhur berlangsung khidmat. Kedatangan Wagub disambut hangat oleh pimpinan Madrasah Miftahul Huda, para kiai, ustaz, serta tokoh masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Wagub Krisantus menyampaikan komitmen besar untuk menyambangi seluruh pondok pesantren di Kalimantan Barat, dengan tujuan menyerap aspirasi secara langsung dari para pengelola dan santri.
“Saya sudah berkomitmen, dalam lima tahun ini seluruh pesantren di Kalimantan Barat harus saya kunjungi. Jadwalnya nanti saya yang atur sendiri agar semua dapat tersapa,” ujar Krisantus, disambut tepuk tangan hadirin.
Dukungan Wagub tidak hanya berupa kunjungan, tetapi juga mencakup dukungan anggaran. Menurutnya, pesantren memiliki kontribusi vital dalam mencetak sumber daya manusia berkualitas, yang mendukung program pemerintah di bidang pendidikan.
Di hadapan keluarga besar Bani Si’a, Wagub memberikan analogi filosofis mengenai pentingnya menjaga persatuan. Ia menekankan bahwa perbedaan suku, agama, dan budaya di Kalbar adalah anugerah yang harus dirawat bersama.
“Seperti tenda yang menaungi kita hari ini, ia berdiri karena gabungan banyak unsur. Jika tidak ada perbedaan yang disatukan, saya yakin kita semua akan kepanasan. Itulah filosofi keberagaman kita,” ungkapnya.
Wagub juga menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi hadir sebagai pelindung bagi seluruh rakyat tanpa memandang latar belakang.
“Saya sebagai pemimpin akan melindungi seluruh rakyat. Suku apa pun, agama apa pun, jangan disakiti. Dicubit pun tidak boleh,” tegas Krisantus.
Baca Juga : Liga 4 Kalbar 2026 Resmi Dibuka, Gubernur Dorong Talenta Lokal
Selain membicarakan kebijakan, Wagub Krisantus mengajak masyarakat memperkuat nilai syukur dalam kehidupan sehari-hari agar terhindar dari sifat tamak. Ia berharap pesantren tidak hanya melahirkan kiai, tetapi juga calon pemimpin di berbagai bidang.
“Pesantren harus mendidik santri menjadi calon pemimpin—ada yang menjadi Bupati, anggota dewan, atau kepala daerah. Semua peran itu sama mulianya dengan panggilan menjadi kiai,” tambahnya.
Di sisi lain, Pembina IKBS Bani Si’a, Moh. Darwis, S.H., M.Kn., menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Provinsi. Ia menekankan keterbukaan Desa Sungai Malaya sebagai tuan rumah bagi berbagai kegiatan kekeluargaan dan persatuan di Kalbar, serta berharap dukungan berkelanjutan bagi Yayasan Miftahul Huda demi kemajuan pendidikan di wilayah tersebut.
Haul IKBS Bani Si’a ke-11 ditutup dengan doa bersama, meninggalkan kesan mendalam akan pentingnya silaturahmi dan komitmen kolektif dalam menjaga keharmonisan di Kalimantan Barat. *
Sumber :
MC Kalbar
