BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak bergerak cepat menyalurkan bantuan darurat bagi korban kebakaran yang terjadi di Jalan Parwasal, Kelurahan Siantan Tengah, Kecamatan Pontianak Utara, Rabu (25/3/2026) malam.
Kebakaran tersebut menghanguskan sedikitnya enam bangunan rumah warga dan menyisakan puing-puing reruntuhan. Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, turun langsung ke lokasi untuk meninjau kondisi sekaligus menyerahkan bantuan kepada warga terdampak, Kamis (26/3/2026).
Dalam kunjungannya, Edi menyerahkan berbagai kebutuhan dasar seperti kasur, peralatan masak, selimut, makanan siap saji, hingga kelengkapan dokumen kependudukan bagi para korban.
Edi menjelaskan, berdasarkan informasi yang dihimpun dari masyarakat dan pihak kepolisian, mayoritas kasus kebakaran di Kota Pontianak disebabkan oleh korsleting listrik.
“Umumnya, dari beberapa kejadian yang saya tanyakan, baik langsung ke masyarakat maupun melalui kepolisian, indikasi sementara penyebabnya adalah korsleting listrik,” ujarnya usai menyerahkan bantuan.
Ia mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik di rumah masing-masing. Selain itu, warga juga diminta melibatkan pihak berkompeten seperti PLN atau instalatir listrik guna memastikan kondisi meteran, daya, hingga MCB tetap aman.
Menurutnya, karakteristik bangunan di Pontianak yang masih banyak menggunakan material kayu, termasuk pada rangka atap, serta kondisi cuaca kering, membuat risiko kebakaran semakin tinggi.
“Api cepat sekali membesar. Walaupun banyak bantuan dari pemadam kebakaran, termasuk swasta yang jumlahnya lebih dari 45 unit, namun sering kali kalah cepat dengan besarnya api,” jelasnya.
Meski saat kejadian kondisi air sedang pasang sehingga sumber air tersedia, besarnya kobaran api tetap sulit dikendalikan.
Pemerintah Kota Pontianak pun kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya dalam penggunaan instalasi listrik rumah tangga, guna meminimalisir risiko kebakaran yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
Baca Juga : Kebakaran Hebat di Parwasal Pontianak, Puluhan Damkar Dikerahkan

Sementara itu, salah satu korban kebakaran, Wakil (44), pemilik bengkel motor, berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban pasca musibah.
“Dengan adanya bantuan ini, mudah-mudahan bisa membantu kami yang sedang tertimpa musibah seperti ini. Kami sangat berharap bantuan dari semua pihak bisa meringankan beban kami,” lirihnya.
Ia mengungkapkan bahwa bengkel yang terbakar masih berstatus sewa dan baru dijalankannya sekitar enam bulan terakhir.
“Bengkel ini sebenarnya masih sewa. Baru sekitar enam bulan saya mulai usaha di sini, tapi sudah terkena musibah kebakaran,” tuturnya.
Wakil mengaku tidak mengetahui secara pasti sumber api. Saat kejadian, api muncul secara tiba-tiba dan membuat warga panik.
“Kejadian api itu kami juga tidak tahu penyebabnya dari mana. Tiba-tiba saja sudah ada api, dan semua langsung panik. Saat kejadian, kebanyakan orang berada di luar, meskipun ada juga yang masih di dalam. Posisi api berada di samping bengkel kami,” jelasnya.
Akibat kebakaran tersebut, seluruh peralatan bengkel hangus terbakar, termasuk kendaraan milik pelanggan.
“Di bengkel ini, alat-alat kerja habis terbakar, termasuk motor-motor milik pelanggan. Ada sekitar empat unit motor yang sedang diservis, sebagian sudah selesai, tapi belum sempat diambil oleh pemiliknya,” katanya.
Ia menambahkan, sempat menyelamatkan satu unit sepeda motor sebelum api membesar.
“Saat kejadian, saya sempat menyelamatkan satu unit motor. Setelah itu sudah tidak bisa lagi, karena api semakin besar. Jadi yang bisa diselamatkan hanya satu motor saja,” sebutnya.
Baca Juga : Rumah Warga Gang Tamang I Terbakar, Pemkot Pontianak Salurkan Bantuan Darurat
Kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai lebih dari Rp100 juta hingga Rp200 juta. Saat ini, ia bersama keluarga tinggal sementara di sekitar lokasi karena bengkel tersebut juga difungsikan sebagai tempat tinggal.
“Untuk kerugian diperkirakan bisa mencapai lebih dari Rp100 juta, bahkan mungkin sampai Rp200 juta. Saat ini saya sementara tinggal bersama keluarga di sekitar sini, karena bengkel ini juga sekaligus tempat tinggal,” ucapnya.
Ia berharap adanya perhatian dari pemerintah agar dapat kembali bangkit.
“Saya berharap ada perhatian dari pemerintah untuk membantu kami bangkit kembali. Saat ini saya hanya bekerja serabutan,” tuturnya.
Meski mengalami kerugian besar, Wakil bersyukur seluruh anggota keluarganya selamat.
“Untuk kondisi keluarga, alhamdulillah semuanya dalam keadaan aman,” terangnya.
Namun demikian, ia mengaku sangat terpukul karena usaha tersebut merupakan satu-satunya sumber penghidupan.
“Perasaan saya tentu sangat terpukul. Usaha yang baru dirintis harus habis begitu saja. Ini satu-satunya mata pencaharian saya,” pungkasnya.*
