BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Wakil Wali Kota (Wawako) Pontianak, Bahasan, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif Yayasan Lentera Mutiara Kasih yang menyelenggarakan khitanan massal gratis bagi masyarakat. Kegiatan sosial ini menjadi bukti nyata kepedulian antarsesama sekaligus sarana dakwah sosial yang berdampak luas.
Sebanyak 52 anak mengikuti khitanan massal yang digelar di Aula Rumah Jabatan Wakil Wali Kota Pontianak, Minggu (21/12/2025). Dalam sambutannya, Bahasan menekankan pentingnya peran generasi muda dalam mendukung kesejahteraan umat.
Bahasan menilai keterlibatan kaum milenial dalam aksi kemanusiaan merupakan aset berharga bagi pembangunan daerah. Ia mendorong para pemuda untuk aktif membantu masyarakat melalui kemampuan yang dimiliki.
“Kaum milenial juga bisa berbuat untuk kepentingan masyarakat dan umat. Dengan potensi yang ada, mereka dapat berkontribusi nyata melalui kegiatan sosial seperti ini,” ujar Bahasan.
Menurutnya, aksi sosial yang diinisiasi oleh kelompok masyarakat atau yayasan merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup warga.
Bahasan menjelaskan bahwa khitan memiliki manfaat medis penting sebagai bagian dari syariat Islam. Seluruh kegiatan melibatkan tenaga kesehatan profesional guna menjamin keamanan peserta.
“Secara medis, khitan memiliki manfaat kesehatan yang luar biasa. Kegiatan ini melibatkan tenaga medis ahli, sehingga prosesnya aman, tertib, dan sesuai standar kesehatan bagi anak-anak,” jelasnya.
Baca Juga : Pemkot Pontianak Hadir, Wawako Bahasan Serahkan Bantuan Korban Kebakaran di Gang Sa’aman
Bahasan menegaskan bahwa Pemerintah Kota Pontianak berkomitmen bersinergi dengan semua organisasi yang memiliki visi kemanusiaan, tanpa membedakan agama, suku, ras, maupun golongan.
“Pemkot Pontianak siap bersinergi dengan yayasan dan organisasi mana pun demi menjaga kegiatan sosial dan keagamaan tetap lestari di kota ini,” tegasnya.
Di akhir kegiatan, Bahasan berpesan kepada orang tua agar senantiasa mendampingi putra mereka. Disiplin peserta dianggap kunci kelancaran acara agar kegiatan serupa dapat terus dilakukan di masa mendatang. *
Prokopim
