BERIKABARNEWS l KAYONG UTARA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Jalan Kebun, Desa Sungai Mata-Mata, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara, Senin (7/9/2026).
Karhutla tersebut membakar lebih dari 20 hektare lahan yang tersebar di sejumlah titik. Tim gabungan dari kepolisian, TNI, pihak swasta, dan masyarakat dikerahkan untuk melakukan pemadaman.
Titik panas (hotspot) terdeteksi melalui aplikasi SIPONGI sekitar pukul 06.00 WIB. Petugas kemudian bergerak ke lokasi pada pukul 08.00 WIB untuk melakukan pengecekan lapangan (groundcheck) sekaligus pemadaman darat.
Baca Juga : Karhutla di Simpang Hilir Meluas, 20 Hektare Lahan Gambut Terbakar
Berdasarkan hasil pemeriksaan, kebakaran melanda kawasan lahan tidur dan kebun kelapa sawit milik warga.
Vegetasi yang terbakar didominasi semak belukar dan pakis. Luas area yang terdampak diperkirakan lebih dari 20 hektare dan tersebar di sejumlah titik.
Kondisi kebakaran masih berpotensi meluas. Karena itu, tim gabungan terus melakukan pemadaman untuk mengendalikan api dan mencegah penyebaran ke area lainnya.
Personel yang terlibat terdiri dari Polsek Simpang Hilir, tim pemadam PT Jalin Vaneo, BKO Brimob Polda Aceh, personel YON TP 538, serta relawan Masyarakat Peduli Api (MPA).
Baca Juga : 6.000 Liter Air Bersih Disalurkan Polres Kubu Raya ke 150 Warga
Pemadaman darat berlangsung hingga sore hari. Proses tersebut menghadapi kendala berupa tiupan angin kencang dan terbatasnya sumber air di sekitar lokasi kebakaran.
Setelah pemadaman, Polsek Simpang Hilir bersama Pemerintah Desa Sungai Mata-Mata, PT Jalin Vaneo, Koramil, dan masyarakat terus melakukan koordinasi.
Pemantauan dilakukan secara berkala untuk mengantisipasi pergerakan sisa asap dan kemungkinan munculnya titik api baru.
Polres Kayong Utara mengingatkan masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara dibakar. Kondisi tanah yang kering dapat membuat api menyebar dengan cepat dan meningkatkan risiko meluasnya dampak karhutla.*
