BERIKABARNEWS l SIMPANG HILIR – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Padu Banjar, Kecamatan Simpang Hilir, membakar lebih dari 20 hektare lahan gambut, Minggu (6/9/2026).
Tim gabungan dari kepolisian, TNI, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) dikerahkan untuk memadamkan api sekaligus mencegah kebakaran meluas ke permukiman dan perkebunan warga.
Penanganan dimulai dengan pengecekan lokasi atau groundcheck untuk memastikan titik api. Pemadaman darat kemudian dilakukan sejak pukul 08.00 WIB dengan menyasar sejumlah titik panas (hotspot).
Baca Juga : Kabut Asap Karhutla Ganggu Bandara Supadio, 8 Penerbangan Batal
Hasil pemeriksaan petugas menunjukkan api membakar lahan tidur dan kebun kelapa sawit milik warga. Lokasi kebakaran didominasi tanaman pakis dan semak belukar yang tumbuh di atas tanah gambut tebal.
Kebakaran terjadi secara menyebar atau spot-spot dengan luas area diperkirakan lebih dari 20 hektare. Luasan lahan yang terbakar masih berpotensi bertambah.
Sebanyak 21 personel dilibatkan dalam operasi pemadaman. Mereka terdiri dari tiga personel Polsek Simpang Hilir, tiga personel TNI YON TP 538, serta 15 relawan MPA.
Baca Juga : Karhutla Bakar 2 Hektare Lahan Gambut Jalan Pelang Ketapang
Upaya pemadaman menghadapi kendala berupa angin kencang dan terbatasnya sumber air di sekitar lokasi kebakaran.
Hingga pukul 13.00 WIB, tim gabungan masih melakukan penyiraman menggunakan peralatan pemadam portabel untuk memadamkan sisa bara yang berada di lapisan dalam tanah gambut.
Polsek Simpang Hilir juga berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Padu Banjar untuk memantau perkembangan api secara berkala.
Kepolisian mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar. Imbauan tersebut terutama ditujukan bagi warga di kawasan yang rawan terjadi karhutla.*
