BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan se-Kota Pontianak resmi dibuka sebagai forum partisipasi masyarakat dalam menentukan arah pembangunan untuk tahun 2027. Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengajak warga aktif menyampaikan usulan dan menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur menjadi prioritas utama Pemkot pada 2026.
“Kami berkomitmen meningkatkan kualitas infrastruktur yang berdampak langsung pada mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi lokal. Jalan, jembatan, dan fasilitas umum terus dibenahi untuk mendukung aktivitas warga,” ujar Edi, Senin (12/1/2026).
Edi menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi kota, termasuk genangan air akibat hujan dan rob, kebakaran lahan saat musim kemarau, serta intrusi air laut yang membuat pasokan PDAM menjadi payau.
Pertumbuhan penduduk dan ekonomi yang pesat menuntut perencanaan pembangunan yang matang dan berkelanjutan.
Sebagai solusi jangka panjang, Pemkot mempercepat pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T), program nasional yang difokuskan pada peningkatan kualitas lingkungan dan sanitasi.
Pembangunan ini berlokasi di Gang Martapura, Kelurahan Benua Melayu Laut, dan Nipah Kuning, Kelurahan Sungai Jawi Luar.
Wali Kota juga menekankan perlunya kesamaan persepsi antara pemerintah dan masyarakat dalam penyusunan program, termasuk masalah lahan terbatas di kota, seperti area pemakaman. “Perbedaan persepsi berpotensi menghambat pelaksanaan di lapangan,” ungkapnya.
Selain itu, Edi menegaskan bahwa pembangunan daerah tetap selaras dengan program prioritas nasional, termasuk Asta Cita Presiden dan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menekankan bahwa pembangunan infrastruktur harus seiring dengan penguatan ekonomi masyarakat.
Baca Juga : Pemkot Balikpapan Kunjungi UMKM Center Pontianak
Pemkot juga menargetkan seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengeksekusi anggaran 2026 secara cepat dan tepat. Berdasarkan evaluasi 2025, sejumlah program sempat terlambat dilaksanakan.
“Kepala dinas dan kepala badan diminta segera mencermati dan melaksanakan program. Jika ada kendala, segera dikoordinasikan,” tambahnya.
Edi menekankan pentingnya APBD sebagai instrumen pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Ia berharap Aparatur Sipil Negara (ASN) memanfaatkan momentum awal tahun untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan publik dengan dedikasi, semangat, dan integritas tinggi.
“Saya ingin ASN bekerja dengan ikhlas, bersemangat, dan mengedepankan pelayanan prima tanpa menimbulkan persoalan hukum akibat kelalaian,” pungkasnya. *
Prokopim
