BERIKABARNEWS l MAKASSAR – Tim SAR gabungan berhasil menemukan seluruh korban kecelakaan pesawat carter yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan. Dua jenazah terakhir ditemukan pada Jumat (23/1/2026), sehingga total seluruh 10 orang yang berada di dalam pesawat telah teridentifikasi.
Pesawat jenis turboprop tersebut disewa oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan membawa tujuh awak pesawat serta tiga pegawai negeri sipil. Pesawat dilaporkan hilang kontak sejak Sabtu (17/1/2026) saat dalam penerbangan menuju Kota Makassar.
Bangunan pesawat ditemukan menabrak lereng Gunung Bulusaraung dengan kondisi medan yang sangat terjal. Proses pencarian dan evakuasi berlangsung sulit karena cuaca yang berubah-ubah serta akses terbatas ke lokasi kejadian. Meski demikian, tim SAR terus melakukan penyisiran hingga seluruh korban berhasil ditemukan.
Sebelumnya, delapan jenazah telah lebih dulu dievakuasi pada pekan ini. Pejabat penyelamat setempat Andi Sultan memastikan bahwa penemuan dua korban terakhir menandai berakhirnya operasi pencarian.
“Dua jenazah terakhir yang sebelumnya dinyatakan hilang sudah ditemukan hari ini dan akan segera dievakuasi ke Makassar,” ujarnya.
Baca Juga : Pemerintah Integrasikan 27 Ribu Aplikasi Lewat SPBE Nasional
Selain fokus pada evakuasi korban, tim pencari juga telah mengamankan kotak hitam (black box) pesawat pada Rabu (21/1/2026). Data dari perangkat tersebut diharapkan dapat mengungkap penyebab kecelakaan yang terjadi sesaat sebelum pesawat dijadwalkan mendarat di Makassar.
Serpihan pesawat, termasuk bagian badan, ekor, dan jendela, pertama kali ditemukan pada Minggu (18/1/2026) di sekitar puncak gunung. Temuan tersebut menjadi titik awal pemetaan lokasi jatuhnya pesawat dan posisi para korban.
Tragedi ini kembali menyoroti keselamatan penerbangan di Indonesia, khususnya pada penerbangan carter yang melintasi wilayah dengan geografis ekstrem. Pemerintah dan otoritas penerbangan didorong untuk memperketat pengawasan serta standar keselamatan guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang. *
