BPBD Pontianak Duga Kebakaran Lahan Akibat Pembakaran Sengaja

Petugas BPBD Kota Pontianak dan relawan tengah berjibaku memadamkan api di lahan yang terbakar.

BERIKABARNEWS l  PONTIANAK – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pontianak menduga sejumlah kejadian kebakaran lahan yang terjadi dalam sepekan terakhir bukan disebabkan faktor alam, melainkan akibat pembakaran yang disengaja. Dugaan tersebut menguat setelah petugas menemukan sejumlah indikasi aktivitas pembakaran di beberapa lokasi rawan kebakaran.

Kepala BPBD Kota Pontianak, Nasir, mengungkapkan salah satu temuan berada di Gang Masjid, Jalan Parit H Husein II. Informasi awal diterima dari laporan warga yang melihat adanya aktivitas pembakaran lahan. Namun saat petugas tiba di lokasi, tidak ditemukan pelaku di tempat kejadian.

“Ketika petugas sampai, pelaku sudah melarikan diri. Di lokasi kami menemukan botol bekas minuman berisi bensin serta karung berisi daun pisang kering yang diduga digunakan untuk membakar lahan. Barang-barang tersebut sudah kami serahkan ke pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti,” ujar Nasir, Minggu (25/1/2026).

Petugas menemukan botol berisikan bensin saat berada di lokasi kebakaran lahan di Jalan Parit H Husin II Pontianak Tenggara.

Nasir menjelaskan, penanganan kasus pembakaran lahan memiliki tantangan tersendiri di lapangan. Dugaan pembakaran tidak bisa serta-merta diarahkan kepada pemilik lahan karena masih diperlukan pendalaman terkait kepemilikan dan unsur kesengajaan.

“Sampai saat ini masih sebatas dugaan. Indikasinya memang kuat bukan faktor alam, tetapi kami masih berkoordinasi dengan kepolisian dan Badan Pertanahan Nasional untuk memastikan kepemilikan lahannya,” jelasnya.

Sejak pertengahan Januari 2026, BPBD Kota Pontianak telah meningkatkan kesiapsiagaan dengan membentuk tim piket dan monitoring untuk memantau wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan. Pemantauan difokuskan pada tiga kecamatan, yakni Pontianak Selatan, Pontianak Tenggara, dan Pontianak Utara yang mencakup delapan kelurahan.

Dalam sepekan terakhir, BPBD mencatat beberapa kejadian kebakaran lahan di sejumlah titik, di antaranya kawasan Purnama Dua Dalam, Sepakat Dua Ujung, Perdana Ujung dekat Sungai Raya Dalam, serta kebakaran cukup besar di Gang Masjid, Jalan Parit H Husein II yang sempat mendekati permukiman warga. Berkat respons cepat tim di lapangan, api berhasil dipadamkan sebelum meluas.

Menurut Nasir, beberapa kejadian bahkan tidak terdeteksi sebagai titik panas oleh satelit karena api berhasil dipadamkan dalam waktu singkat. “BMKG belum mendeteksi hotspot karena api cepat kita padamkan. Tapi di lapangan jelas ada titik api. Pontianak wilayahnya relatif mudah dijangkau, jadi begitu ada laporan langsung kita tangani,” katanya.

BPBD mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan, terutama saat kondisi cuaca kering. Masyarakat juga diminta berperan aktif melaporkan asap atau indikasi kebakaran sekecil apa pun kepada pihak berwenang.

“Kami minta masyarakat, khususnya RT dan RW, segera melapor jika melihat asap atau potensi kebakaran. Jangan menunggu api membesar. Di lahan gambut, apinya sering berada di bawah permukaan dan yang terlihat hanya asap,” imbaunya.

Baca Juga : Gotong Royong Warga Pal Lima Jaga Drainase Pontianak

Nasir menegaskan, pencegahan kebakaran hutan dan lahan membutuhkan kerja sama semua pihak agar tidak membahayakan permukiman dan kesehatan masyarakat. “Kalau cepat dilaporkan, bisa kita batasi dan padamkan. Kalau dibiarkan, risikonya jauh lebih besar,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak, Usmulyono, menyebutkan kondisi kualitas udara di Pontianak mulai menunjukkan perbaikan. Setelah sempat berada pada kategori tidak sehat pada Sabtu malam (24/1/2026) hingga Minggu dini hari (25/1/2026), kualitas udara kembali masuk kategori sedang.

“Kondisi kualitas udara Kota Pontianak semakin membaik. Kami berharap masyarakat tidak ikut terlibat dalam aktivitas pembakaran lahan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan warga untuk tidak membakar sampah dan membuangnya ke tempat penampungan sementara, serta meminta pemilik lahan agar tidak membersihkan lahan dengan cara dibakar.

“Jangan menjadi orang yang menambah polusi udara,” tutup Usmulyono. *

Wako Edi Ajak Warga Kibarkan Merah Putih Sepanjang Agustus

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Edi...

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengajak masyarakat mengibarkan Bendera Merah Putih dan memasang logo HUT ke-81 RI sepanjang Agustus 2026.

Stand Pontianak Hadirkan Produk UMKM dan Budaya Kota di MTQ Kalbar

BERIKABARNEWS l KAYONG UTARA – Stand Kota Pontianak...

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono saat mengunjungi stand Pontianak di venue utama MTQ ke-34 Kalbar di Pantai Pulau Datuk, Kayong Utara, Minggu (2/8/2026) sore.

Wako Edi Semangati Kafilah Pontianak di MTQ ke-34 Kalbar

BERIKABARNEWS l KAYONG UTARA – Wali Kota Pontianak...

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyemangati kafilah Kota Pontianak yang berlaga di MTQ ke-34 Kalbar di Kayong Utara, Minggu (2/8/2026) sore.

Kafilah Pontianak Tampilkan Mobil Hias Tanjak pada Pawai MTQ ke-34 Kalbar

BERIKABARNEWS l KAYONG UTARA – Kafilah Kota Pontianak...

Mobil hias berornamen tanjak dari Kafilah Pontianak memukau para penonton Pawai Pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-34 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Bundaran Tugu Durian Kayong Utara, Minggu (2/8/2026) pagi.

Amirullah: MTQ Kalbar Jadi Ajang Silaturahmi dan Penguatan Nilai-Nilai Al-Qur’an

BERIKABARNEWS l KAYONG UTARA – Ketua Lembaga Pengembangan...

Sekretaris Daerah Kota Pontianak Amirullah menerima cinderamata dari Wakil Bupati Kayong Utara dalam Malam Taaruf MTQ ke-34 Kalbar di Kayong Utara, Sabtu (1/8/2026) malam.

Edi Kamtono: Inklusi Keuangan Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Edi...

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono saat mengikuti asesmen TPAKD Award 2026 di Pontive Center, Jumat (31/7/2026) sore.

berita terkini