BERIKABARNEWS l MUNICH – Bayern Munich kembali menegaskan statusnya sebagai penguasa Bundesliga. Menjamu Hoffenheim di Allianz Arena, Minggu malam, Die Roten tampil dominan dan mengunci kemenangan meyakinkan 5-1. Hasil ini membuat Bayern kembali menjauh enam poin di puncak klasemen.
Luis Diaz menjadi bintang utama lewat hattrick gemilang, sementara Harry Kane menyumbang dua gol dari titik penalti. Tambahan tiga poin membawa Bayern mengoleksi 54 poin dari 21 pertandingan, unggul nyaman atas Borussia Dortmund yang membayangi di posisi kedua.
Laga berjalan berat bagi Hoffenheim sejak menit ke-17. Bek mereka, Kevin Akpoguma, harus meninggalkan lapangan lebih cepat usai melanggar Luis Diaz di kotak terlarang. Harry Kane yang maju sebagai algojo penalti membuka keunggulan Bayern pada menit ke-20.
Meski bermain dengan 10 pemain, Hoffenheim sempat mengejutkan tuan rumah. Kesalahan sapuan Manuel Neuer dimanfaatkan Fisnik Asllani yang kemudian memberi assist kepada Andrej Kramaric untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Namun Bayern kembali mengambil kendali jelang turun minum. Kane mencetak gol keduanya lewat penalti setelah Luis Diaz kembali dilanggar. Di masa injury time babak pertama, Kane berperan sebagai kreator dengan mengirim umpan matang yang dituntaskan Diaz, membuat Bayern unggul 3-1 saat jeda.
Baca Juga : Gol Telat Guirassy Antar Dortmund Tekuk Wolfsburg 2-1
Memasuki babak kedua, tekanan Bayern tak mengendur. Diaz mencetak gol keduanya pada menit ke-62 usai menerima umpan Michael Olise. Aksi individu pemain Kolombia itu benar-benar menjadi mimpi buruk bagi lini belakang Hoffenheim.
Pesta gol Bayern ditutup sempurna di menit akhir pertandingan. Diaz melengkapi hattrick lewat tusukan dari sisi kanan yang diakhiri sepakan melengkung ke pojok gawang. Skor 5-1 pun mengakhiri laga.
Kekalahan ini memutus tren lima kemenangan beruntun Hoffenheim, meski mereka masih bertahan di posisi ketiga klasemen dengan 42 poin. Sementara bagi Bayern Munich, hasil ini menjadi sinyal kuat bahwa langkah mereka menuju gelar Bundesliga musim 2025/2026 masih sangat sulit dihentikan.*
Sumber :
Reuters
