BERIKABARNEWS l KUBU RAYA – Bupati Kubu Raya Sujiwo menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga toleransi lintas agama. Dari mengikuti pawai obor menyambut Ramadan hingga menghadiri perayaan Imlek 2577 Kongzili, ia menegaskan posisinya sebagai pemimpin yang mengayomi seluruh umat tanpa membedakan latar belakang.
Pernyataan itu disampaikan Sujiwo saat menghadiri perayaan Imlek di halaman Vihara Tri Dharma Hiang Thian Siang Tie, Kecamatan Sungai Kakap, Senin (16/2/2026) malam.
Sebelum hadir di vihara, Sujiwo diketahui mengikuti pawai obor bersama umat Muslim dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan. Baginya, kehadiran di dua momentum keagamaan berbeda dalam satu waktu adalah wujud komitmen menjaga persatuan.
“Saya juga Muslim dan ikut pawai obor. Ketika diundang ke perayaan Imlek, saya hadir dan turut berbahagia bersama warga,” ujarnya.
Ia menambahkan, sikap serupa juga dilakukan saat perayaan Natal dan akan terus dilakukan pada momentum keagamaan lainnya. Menurutnya, toleransi bukan sekadar slogan, melainkan harus diwujudkan melalui tindakan nyata.
Di hadapan warga yang merayakan Imlek, Sujiwo menegaskan bahwa Kubu Raya merupakan miniatur Indonesia dengan enam agama dan beragam etnis hidup berdampingan.
“Semua agama ada di Kubu Raya. Artinya, saya sebagai bupati wajib menjadi orang tua bagi seluruh umat beragama dan semua etnis,” tegasnya.
Ia menilai keberagaman tersebut adalah anugerah sekaligus amanah yang harus dijaga bersama. Perbedaan, lanjutnya, bukan untuk dipertentangkan, tetapi menjadi kekuatan dalam membangun daerah.
Baca Juga : Antusiasme Meledak, Pawai Obor Ramadan di Kubu Raya Bakal Jadi Agenda Tahunan
Sujiwo menutup sambutannya dengan mengajak masyarakat terus merawat kerukunan.
Menurutnya, persatuan dan kesatuan menjadi fondasi utama agar pembangunan di Kabupaten Kubu Raya berjalan lancar dan dirasakan seluruh lapisan masyarakat.
“Komitmen saya jelas, menjaga keberagaman demi persatuan dan kesatuan,” pungkasnya.*
Sumber :
Prokopim Kubu Raya
