BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyoroti tantangan era digitalisasi terhadap pembinaan generasi muda saat Safari Ramadan dan salat Subuh berjemaah di Masjid Baiturrahim, Jalan Husein Hamzah, Pontianak Barat, Jumat (20/2/2026).
Dalam sambutannya, Edi mengingatkan bahwa Ramadan merupakan momentum hijrah dari hal-hal negatif menuju hal yang lebih baik. Ia mengajak masyarakat memanfaatkan bulan suci untuk memperbaiki diri, meningkatkan iman dan takwa, sekaligus memperkuat kepedulian sosial.
“Ramadan ini terasa singkat. Baru terasa hari kedua, besok sudah berjalan lagi. Mudah-mudahan ini menjadi kesempatan bagi kita untuk hijrah, memperbaiki diri, meningkatkan iman, dan juga kepedulian terhadap lingkungan,” ujarnya.
Ia menyebutkan, sekitar 78,4 persen penduduk Kota Pontianak beragama Islam. Karena itu, suasana Ramadan sangat terasa dan menjadi momentum memperkuat nilai-nilai Islami dalam kehidupan sehari-hari.
Namun demikian, Edi mengingatkan adanya tantangan besar di era digitalisasi, khususnya bagi generasi muda. Menurutnya, media sosial memiliki dua sisi. Di satu sisi mempercepat komunikasi dan memperluas dakwah, namun di sisi lain dapat membawa dampak negatif jika tidak digunakan secara bijak.
“Digitalisasi ini sangat berpengaruh terhadap peradaban kita. Keuntungannya komunikasi cepat dan dakwah bisa meluas. Tapi kalau tidak dikendalikan, lebih banyak konten negatif yang berdampak pada anak-anak kita,” tegasnya.
Baca Juga : Ratusan Masjid di Pontianak Jadi Pusat Ibadah hingga Penggerak Ekonomi Umat
Ia mengajak orang tua dan masyarakat untuk memperkuat pembinaan iman serta mendorong remaja terlibat dalam kegiatan produktif. Pemerintah Kota Pontianak, lanjutnya, terus menggelar berbagai aktivitas seperti olahraga, seni budaya, dan dakwah agar generasi muda tersibukkan dengan hal-hal positif.
“Inilah tanggung jawab kita bersama agar generasi ke depan menjadi generasi Qurani dan Islami, yang membawa keberkahan bagi Kota Pontianak,” katanya.
Edi berharap Ramadan tahun ini menjadi yang terbaik bagi masyarakat sekaligus memperkuat Pontianak sebagai kota yang toleran, harmonis, dan beradab.*
