BERIKABARNEWS l – OpenAI mempercepat langkah ekspansi dengan rencana menambah ribuan pegawai dalam beberapa tahun ke depan. Perusahaan pengembang ChatGPT itu menargetkan jumlah karyawan mencapai 8.000 orang pada akhir 2026, hampir dua kali lipat dari sekitar 4.500 staf saat ini.
Berdasarkan laporan Financial Times, ekspansi besar ini dilakukan untuk memperkuat posisi OpenAI di tengah persaingan industri kecerdasan buatan yang semakin kompetitif.
Fokus perekrutan diarahkan ke divisi strategis seperti pengembangan produk dan teknik guna mempercepat inovasi, serta tim riset untuk menjaga keunggulan teknologi AI. Selain itu, OpenAI juga memperluas tim penjualan demi menjangkau lebih banyak klien korporasi di berbagai sektor.
Tak hanya itu, perusahaan juga gencar merekrut spesialis teknis yang berperan sebagai penghubung dengan pelanggan. Peran ini penting untuk membantu perusahaan mengintegrasikan dan mengoptimalkan penggunaan teknologi AI dalam operasional bisnis mereka.
Langkah agresif ini ditopang kondisi finansial yang kuat. Dalam putaran pendanaan terbaru, OpenAI dilaporkan mengantongi dana hingga US$110 miliar.
Pendanaan tersebut melibatkan sejumlah raksasa teknologi serta SoftBank yang dipimpin Masayoshi Son, sehingga mendorong valuasi perusahaan mencapai sekitar US$840 miliar.
Baca Juga : OpenAI Raih Kontrak AI Militer AS Lewat AWS, Gantikan Anthropic
Di tengah ekspansi, tekanan dari kompetitor juga menjadi faktor pendorong. CEO OpenAI Sam Altman disebut sempat mengeluarkan peringatan internal bertajuk “code red” pada akhir tahun lalu.
Langkah tersebut muncul setelah peluncuran Gemini 3 oleh Google yang dinilai menjadi ancaman serius bagi dominasi ChatGPT. OpenAI bahkan dikabarkan sempat menghentikan sejumlah proyek non-prioritas untuk mempercepat pengembangan model AI terbaru.
Hingga saat ini, OpenAI belum memberikan komentar resmi terkait laporan tersebut. Namun, rencana penambahan ribuan pegawai ini menegaskan bahwa persaingan talenta di industri AI diprediksi akan semakin memanas dalam beberapa tahun ke depan.*
Sumber :
Reuters
