BERIKABARNEWS l KUBU RAYA – Bupati Sujiwo mengingatkan bahwa ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayahnya masih belum berakhir. Bahkan, potensi risiko diperkirakan meningkat seiring datangnya fenomena El Nino ekstrem pada pertengahan tahun 2026.
Peringatan tersebut disampaikan Sujiwo usai memimpin rapat koordinasi penanganan karhutla di Kantor Bupati Kubu Raya, Senin (30/3/2026).
Menurutnya, berdasarkan data dari BRIN dan BMKG, kondisi cuaca masih berpotensi memicu karhutla hingga sekitar 20 April mendatang.
“Karhutla masih mengintai. Kita harus tetap waspada hingga pertengahan April. Setelah itu, kita akan menghadapi potensi El Nino ekstrem pada Juni,” ujarnya.
Ia menjelaskan, cuaca yang tidak menentu membuat risiko kebakaran lahan tetap tinggi. Karena itu, kesiapsiagaan seluruh pihak menjadi sangat penting, mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga masyarakat.
Baca Juga : Kubu Raya Siaga Karhutla, Forkopimda Plus Dikerahkan
Sujiwo menegaskan, penanganan karhutla tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan kolaborasi dan kesamaan langkah agar upaya pencegahan maupun penanganan di lapangan berjalan efektif.
“Ini tanggung jawab bersama. Kunci utamanya adalah kolaborasi, baik dalam pencegahan maupun penanganan,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengapresiasi peran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kubu Raya yang dinilai aktif dalam menyusun strategi serta terlibat langsung dalam penanganan karhutla.
Ia berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus diperkuat, terutama menjelang puncak musim kemarau yang berpotensi meningkatkan titik api.
Dengan kesiapsiagaan sejak dini dan kerja sama lintas sektor, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya optimistis dapat menekan risiko karhutla serta meminimalisir dampaknya bagi masyarakat.*
