BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menggandeng Dewan Kehutanan Nasional (DKN) untuk memperkuat pencapaian target FOLU Net Sink 2030 sebagai bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim nasional.
Kolaborasi tersebut dibahas dalam audiensi bersama Ketua Umum DKN, Bambang Hendroyono, di Kantor Gubernur Kalbar, Senin (30/3/2026).
Pertemuan ini menitikberatkan pada penguatan kebijakan pengelolaan hutan dan lahan berkelanjutan, sekaligus mendorong implementasi konsep ekonomi hijau di Kalimantan Barat.
Ria Norsan menegaskan bahwa pencapaian target FOLU Net Sink 2030 tidak dapat dilakukan secara sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi multipihak yang melibatkan pemerintah, swasta, akademisi, hingga masyarakat.
“Kepemimpinan ke depan harus dibangun melalui kolaborasi. Dengan kebersamaan, kita bisa mendorong ekonomi hijau sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” ujarnya.
Ia menambahkan, Kalimantan Barat memiliki peran strategis sebagai wilayah dengan kawasan hutan tropis yang luas, sehingga berkontribusi penting dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan perlindungan lingkungan.
Baca Juga : Ria Norsan Perkuat Sinergi Hukum dengan Pengadilan Tinggi Pontianak
Sebagai langkah konkret, Pemprov Kalbar bersama DKN akan menggelar webinar nasional bertema FOLU Net Sink 2030. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang diskusi untuk memperkuat sinkronisasi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah.
Selain itu, forum tersebut juga ditargetkan mampu mendorong inovasi dalam tata kelola hutan berkelanjutan serta mempercepat upaya pengendalian perubahan iklim.
Dengan sinergi yang terus diperkuat, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat optimistis dapat mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang selaras antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan.*
