BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, mengingatkan pentingnya menjaga jati diri di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi digital. Pesan tersebut disampaikannya saat menghadiri Halalbihalal Majelis Adat Budaya Melayu Kalimantan Barat di Pendopo Gubernur, Minggu (19/4/2026).
Menurutnya, nilai-nilai adab dan marwah Melayu harus menjadi pegangan utama masyarakat, terutama generasi muda, agar tidak tergerus dampak negatif modernisasi.
Ria Norsan menegaskan bahwa budaya Melayu yang menjunjung tinggi kesantunan dalam bertutur dan kebijaksanaan dalam bersikap tetap relevan, termasuk dalam interaksi di dunia maya. Di tengah maraknya hoaks dan ujaran kebencian, nilai tersebut dinilai sebagai tameng yang kuat.
Ia juga menyoroti pentingnya inovasi budaya yang mampu mengikuti perkembangan zaman, seperti pemanfaatan teknologi dalam pelestarian tradisi.
“MABM harus menjadi jembatan antara nilai luhur masa lalu dan perkembangan masa depan. Jangan sampai generasi muda kehilangan jati diri,” ujarnya.
Selain menekankan pentingnya karakter, Gubernur juga mendorong persiapan Festival Melayu Serumpun 2026 sebagai ajang promosi budaya dan penggerak ekonomi kreatif.
Ia berharap festival tersebut mampu memperkenalkan kekayaan budaya Melayu Kalimantan Barat ke tingkat nasional hingga internasional, sekaligus meningkatkan sektor pariwisata daerah.
Baca Juga : Gubernur Ria Norsan Tekankan Peran Akhlak Keluarga di Halal Bihalal BKMT Kalbar
Dalam kesempatan itu, MABM diharapkan terus berperan aktif sebagai penjaga literasi masyarakat, terutama dalam menyaring informasi di era digital.
Selain itu, organisasi ini juga diharapkan mampu memperkuat persatuan di tengah keberagaman serta menghadirkan inovasi budaya yang menarik bagi generasi muda.
Ria Norsan menutup pesannya dengan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat budaya dan menjaga persatuan.
“Mari kita jaga adat, rawat budaya, dan teguhkan persatuan demi Kalimantan Barat yang rukun dan bermartabat,” pungkasnya.*
