Transparansi Biaya Haji 2026, Pemprov Kalbar Alokasikan APBD Rp1,09 Miliar

Gubernur Kalbar Ria Norsan menjelaskan rincian biaya haji 2026 kepada masyarakat.

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) membuka secara transparan rincian biaya haji Tahun 1447 H/2026 M sebagai bentuk keterbukaan informasi kepada masyarakat, khususnya calon jemaah haji.

Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus berupaya meringankan beban jemaah melalui dukungan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), meski di sisi lain terdapat penyesuaian biaya akibat kondisi fiskal dan dinamika ekonomi global.

Sebagai bentuk komitmen pelayanan, Pemprov Kalbar telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,09 miliar. Dana ini digunakan untuk menanggung sebagian besar kebutuhan operasional lokal jemaah selama proses keberangkatan.

Pembiayaan melalui APBD mencakup transportasi darat, akomodasi di asrama transit, serta konsumsi jemaah sebelum menuju embarkasi. Dukungan tersebut diharapkan mampu memastikan perjalanan jemaah dari daerah asal berjalan tertib, aman, dan nyaman.

Di sisi lain, untuk transportasi udara rute Pontianak–Batam pulang-pergi, jemaah dikenakan biaya sebesar Rp7.185.000. Penyesuaian ini dilakukan dengan mempertimbangkan keterbatasan kemampuan keuangan daerah serta kenaikan harga avtur yang berdampak pada biaya operasional maskapai.

Baca Juga : Seminar Layanan Kesehatan Dorong Inovasi Arsitektur Faskes

Ria Norsan menegaskan bahwa kebijakan tersebut telah sesuai dengan regulasi yang berlaku. Dalam ketentuan tersebut, biaya transportasi menuju embarkasi memang dapat ditanggung APBD, namun sebagian bisa dibebankan kepada jemaah apabila anggaran daerah terbatas.

“Kami terus mengupayakan solusi terbaik. Selain dukungan dari pemerintah provinsi, kabupaten dan kota di Kalimantan Barat juga ikut berkontribusi membantu meringankan beban jemaah,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).

Meski masih terdapat komponen biaya yang ditanggung jemaah, Pemprov Kalbar memastikan kualitas pelayanan tidak akan berkurang. Sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah daerah terus diperkuat untuk menjamin keamanan dan kenyamanan jemaah selama proses keberangkatan.

Dengan adanya penjelasan ini, calon jemaah diharapkan mendapatkan gambaran yang jelas terkait struktur biaya haji tahun 2026. Pemerintah juga berkomitmen agar seluruh rangkaian ibadah haji dapat berjalan lancar, aman, dan memberikan pengalaman ibadah yang maksimal bagi masyarakat Kalimantan Barat.*

Kabut Asap Karhutla, 12 Penerbangan Singapura–Pontianak Dibatalkan

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Kabut asap akibat kebakaran...

Kabut asap akibat karhutla mengganggu jarak pandang dan operasional penerbangan di sejumlah Bandara. (Foto: Kemenhub)

Gubernur Ria Norsan Tekankan Penyusunan APBD Kalbar 2027 Tepat Sasaran

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar)...

Gubernur Kalbar Ria Norsan membuka sosialisasi Permendagri Nomor 17 Tahun 2026 tentang pedoman penyusunan APBD 2027 di Kantor Gubernur Kalbar.

Ekonomi Kalbar Tumbuh 5,61 Persen, Ria Norsan Dorong Sinergi Pertanian hingga UMKM

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar)...

Gubernur Kalbar Ria Norsan memimpin pertemuan bersama Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan, BPS, dan Bank Indonesia membahas pertumbuhan ekonomi daerah.

HUT ke-255 Pontianak, Pemprov Kalbar Apresiasi Capaian Pembangunan

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat...

Penjabat Sekda Kalbar Hendra menghadiri puncak peringatan Hari Jadi ke-255 Kota Pontianak di Jalan Rahadi Oesman.

Gubernur Ria Norsan Temui Mahasiswa, Bahas Karhutla dan BBM

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat Ria...

Gubernur Kalbar Ria Norsan berdialog dengan mahasiswa Aliansi Kalbar Revolusi di depan Gedung DPRD Kalbar.

Ponpes Darut Thalibin Peniraman Gelar Upacara Hari Santri 2026

BERIKABARNEWS l MEMPAWAH – Pondok Pesantren (Ponpes) Darut...

Upacara peringatan Hari Santri di Ponpes Darut Thalibin, Peniraman, Kabupaten Mempawah.

berita terkini