BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia kembali mendapat pengakuan. Gubernur Kalbar, Ria Norsan, menerima penghargaan PKBM Award atas upayanya memperkuat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) melalui pendidikan nonformal.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam sebuah kegiatan di Pendopo Kalbar, Selasa (21/4/2026). Momentum ini sekaligus menjadi penguatan komitmen pemerintah daerah dalam memperluas akses pendidikan, khususnya bagi masyarakat yang belum terjangkau pendidikan formal.
Dalam kesempatan itu, Ria Norsan menegaskan peran penting Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) sebagai garda terdepan dalam menjangkau anak-anak yang putus sekolah, terutama di wilayah pelosok.
Menurutnya, pendidikan harus hadir untuk semua kalangan tanpa terkecuali, termasuk mereka yang terpaksa berhenti sekolah di usia dini.
Salah satu langkah strategis yang didorong adalah melalui program Desa SAKTI. Inovasi ini dirancang untuk menciptakan lingkungan desa yang mendukung pendidikan dengan target utama menekan bahkan menghapus angka anak putus sekolah di seluruh Kalimantan Barat.
“Melalui inovasi dan digitalisasi tata kelola, PKBM diharapkan mampu menjawab tantangan zaman serta memberikan layanan pendidikan yang lebih inklusif,” ujarnya.
Baca Juga : Transparansi Biaya Haji 2026, Pemprov Kalbar Alokasikan APBD Rp1,09 Miliar
Program Desa SAKTI tidak hanya mengandalkan pembiayaan pemerintah, tetapi juga membuka ruang kolaborasi dengan sektor swasta.
Melalui skema kemitraan, diharapkan tersedia dukungan fasilitas, pelatihan, hingga peningkatan kualitas layanan pendidikan di desa.
Lebih jauh, Pemprov Kalbar mendorong transformasi peran PKBM agar tidak hanya fokus pada program pendidikan kesetaraan, tetapi juga berkembang menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat.
Dengan pendekatan tersebut, masyarakat tidak hanya memperoleh akses pendidikan, tetapi juga dibekali kemampuan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.
Baca Juga : Buka Naik Dango ke-3 Pontianak, Wagub Krisantus: Budaya adalah Jati Diri Bangsa
Digitalisasi layanan juga menjadi bagian penting dalam transformasi ini. Dengan sistem yang lebih modern, akses belajar diharapkan semakin mudah dijangkau, terutama bagi masyarakat di daerah terpencil.
Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan IPM dari tingkat desa. Melalui penguatan sektor pendidikan, kualitas hidup masyarakat diharapkan meningkat dan mampu bersaing di masa depan.
Ria Norsan menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak setiap warga tanpa batas usia. Ia optimistis, melalui penguatan PKBM dan program Desa SAKTI, Kalimantan Barat dapat menekan angka putus sekolah secara signifikan.
“Dari desa kita bangun fondasi. Pendidikan adalah kunci untuk menciptakan Kalimantan Barat yang lebih maju dan kompetitif,” pungkasnya.*
