BERIKABARNEWS l JAKARTA – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan petani melalui transformasi sektor kelapa sawit yang lebih berkelanjutan dan bernilai tambah.
Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Dialog Nasional bertajuk “Transformasi Pengelolaan Kelapa Sawit Berkelanjutan untuk Kemandirian Pangan” di Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Dalam forum tersebut, Ria Norsan menekankan bahwa kelapa sawit bukan sekadar komoditas unggulan, melainkan tulang punggung ekonomi yang menopang kehidupan ratusan ribu keluarga di Kalimantan Barat.
“Sawit memiliki peran strategis dalam pengentasan kemiskinan dan penguatan ketahanan pangan. Karena itu, pengelolaannya harus dilakukan secara holistik dan kolaboratif,” ujarnya.
Menurutnya, perubahan paradigma sangat diperlukan, dari sekadar menjual bahan mentah menuju penguatan industri berbasis hilirisasi yang mampu memberikan nilai tambah lebih besar bagi daerah.
Gubernur menyoroti pentingnya pengembangan industri hilir kelapa sawit di dalam daerah. Dengan demikian, manfaat ekonomi seperti penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat lokal.
Ia menilai selama ini sebagian besar hasil sawit masih diolah di luar daerah, sehingga potensi nilai tambah belum optimal dinikmati Kalimantan Barat.
Selain itu, perhatian terhadap pekebun rakyat juga menjadi fokus utama. Pemerintah daerah, kata dia, harus memastikan petani kecil tidak tertinggal dalam perkembangan industri sawit modern.
Baca Juga : Perbatasan Kalbar Diperkuat, Drone dan Peran Ormas Jadi Strategi Utama
Untuk meningkatkan daya saing petani, Ria Norsan mendorong dukungan konkret berupa akses terhadap bibit unggul, teknologi pertanian, serta sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).
Langkah ini dinilai penting agar produk sawit dari petani lokal mampu memenuhi standar global, terutama di tengah meningkatnya tuntutan pasar terhadap aspek keberlanjutan dan ramah lingkungan.
“Petani harus kita bantu agar bisa naik kelas, baik dari sisi produktivitas maupun kualitas hasil,” tambahnya.
Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
Melalui transformasi ini, sektor kelapa sawit diharapkan tidak hanya menjadi penyumbang devisa, tetapi juga berkontribusi dalam memperkuat kemandirian pangan nasional.
Ria Norsan menegaskan, sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku usaha menjadi kunci dalam mewujudkan industri sawit yang berkelanjutan, inklusif, dan menyejahterakan.*
