BERIKABARNEWS l KUBU RAYA – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, mengajak para pengusaha muda untuk memiliki mental kuat, disiplin, dan menjunjung tinggi kejujuran dalam menjalankan usaha. Pesan tersebut disampaikannya saat menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda), Pendidikan dan Pelatihan Daerah (Diklatda), serta Forum Bisnis Daerah (Forbisda) BPD HIPMI Kalbar 2026 di Kubu Raya, Selasa (19/5/2026).
Di hadapan ratusan anggota Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Ria Norsan menegaskan bahwa dunia usaha tidak hanya membutuhkan modal finansial, tetapi juga karakter dan integritas yang kuat agar mampu bertahan di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat.
Menurutnya, tantangan dunia usaha saat ini semakin dinamis sehingga para pengusaha muda harus mampu beradaptasi dengan cepat sekaligus menjaga kepercayaan dari mitra maupun konsumen.
Baca Juga : Hadiri Pekan Gawai Dayak ke-40, Wagub Kalbar Ajak Jaga Budaya dan Persaudaraan
Dalam sambutannya, Ria Norsan menyebut ada tiga hal utama yang wajib dimiliki oleh setiap pengusaha muda, yakni mental baja, disiplin, dan kejujuran.
“Pengusaha muda harus memiliki mental yang kuat atau mental baja, disiplin, dan yang paling utama adalah jujur. Tiga hal ini adalah modal dasar yang tidak boleh ditawar dalam dunia bisnis,” tegasnya.
Ia menilai, kejujuran dan kedisiplinan akan membangun kepercayaan dalam hubungan bisnis. Kepercayaan tersebut menjadi aset penting bagi pelaku usaha untuk memperluas jaringan dan mengembangkan bisnis dalam jangka panjang.
Selain itu, pengusaha muda juga diminta tidak mudah menyerah menghadapi tantangan ekonomi maupun perubahan pasar. Mental yang tangguh dinilai menjadi kunci utama agar usaha tetap berkembang di berbagai situasi.
Dalam kesempatan itu, Gubernur juga mendorong HIPMI Kalbar untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Barat.
Menurutnya, keberadaan pengusaha muda memiliki peran besar dalam membuka lapangan kerja baru sekaligus meningkatkan daya saing daerah melalui inovasi bisnis berbasis potensi lokal.
Baca Juga : 330 Warga Marau Antusias Ikuti Layanan Medis Gratis dari Sinar Mas dan Tzu Chi
Ria Norsan mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat saat ini menunjukkan tren positif dengan capaian sekitar 6,14 persen. Karena itu, dukungan dari sektor swasta dinilai penting agar pertumbuhan tersebut tetap terjaga dan terus meningkat.
Ia berharap HIPMI mampu melahirkan lebih banyak pelaku usaha kreatif yang dapat membawa produk-produk lokal Kalbar bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Kegiatan Rakerda, Diklatda, dan Forbisda HIPMI Kalbar 2026 berlangsung interaktif dengan melibatkan para pelaku usaha muda dari berbagai daerah di Kalimantan Barat.
Forum tersebut diharapkan mampu menghasilkan program kerja konkret yang sejalan dengan visi pembangunan daerah, terutama dalam memperkuat sektor ekonomi dan kewirausahaan.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah dan pengusaha muda, Kalimantan Barat optimistis dapat mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang positif serta mendorong kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.*
