BERIKABARNEWS l SANGGAU – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Sosok kembali membuktikan potensi besar sektor pertanian desa melalui keberhasilan panen jagung hibrida di Dusun Perayan Dangku, Kecamatan Tayan Hulu, Kabupaten Sanggau, Senin (8/6/2026).
Panen raya Kuartal II Tahun 2026 tersebut menjadi bukti bahwa pengelolaan lahan secara optimal mampu menghasilkan produktivitas tinggi sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat desa.
Jagung hibrida yang dipanen merupakan hasil penanaman sejak 17 Februari 2026 di lahan seluas satu hektare yang dikelola BUMDes Desa Sosok di bawah koordinasi Ketua BUMDes, Supeno.
Dengan dukungan kelompok tani dan pendampingan penyuluh pertanian, tanaman jagung tumbuh maksimal hingga menghasilkan panen berkualitas.
Keberhasilan panen itu semakin diperkuat setelah tim dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Tayan Hulu melakukan metode ubinan untuk mengukur tingkat produktivitas lahan.
Dari hasil pengambilan sampel, produksi jagung tongkol basah menunjukkan capaian yang cukup menggembirakan. Sampel pertama menghasilkan 4 kilogram jagung tongkol basah, sedangkan sampel kedua mencapai 5 kilogram.
Baca Juga : Dua Hotspot Muncul di Beduai Sanggau, Polisi Cek Lokasi
Berdasarkan rata-rata hasil ubinan sebesar 4,5 kilogram, produktivitas lahan diperkirakan mencapai sekitar 7,2 ton per hektare jagung tongkol basah.
Capaian tersebut dinilai menjadi indikator positif bagi pengembangan pertanian modern di Kabupaten Sanggau. Selain mendukung ketahanan pangan, budidaya jagung hibrida juga dinilai memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan bagi masyarakat desa.
Kapolsek Tayan Hulu, Trisna Mauludi, mengapresiasi sinergi antara pemerintah desa, kelompok tani, penyuluh pertanian lapangan, hingga aparat kepolisian dalam mendukung pemanfaatan lahan produktif.
Menurutnya, keberhasilan panen ini menjadi contoh nyata bahwa kerja sama lintas sektor mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian.
“Panen ini merupakan hasil kerja keras bersama yang patut diapresiasi. Produktivitas yang dicapai menunjukkan bahwa pengelolaan lahan secara optimal dapat memberikan kontribusi nyata terhadap ketersediaan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga : Rembuk Tani di Kubu Raya, Zulhas Soroti Pupuk dan Harga Gabah
Keberhasilan BUMDes Sosok dalam mengembangkan pertanian jagung hibrida juga dinilai sejalan dengan program Asta Cita Presiden Republik Indonesia yang mendorong percepatan swasembada pangan nasional berbasis daerah.
Kepala Desa Sosok, Petrus Swandi, berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi motivasi bagi desa-desa lain untuk terus mengembangkan sektor pertanian modern yang produktif dan bernilai ekonomi.
Ia menilai, dengan pendampingan berkelanjutan dari pemerintah dan dinas terkait, sektor pertanian desa dapat berkembang menjadi sumber penghasilan baru sekaligus membuka peluang usaha bagi generasi muda di pedesaan.*
