BERIKABARNEWS l KUBU RAYA – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menegaskan pentingnya peran pondok pesantren sebagai pilar pembentukan karakter, penguatan persatuan, sekaligus peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kalimantan Barat.
Hal itu disampaikan Krisantus saat menghadiri Haflatul Imtihan ke-41 Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Nurul Ulum di Desa Sungai Enau, Kecamatan Kuala Mandor B, Kabupaten Kubu Raya, Jumat (24/7/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Krisantus menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk terus mendukung lembaga pendidikan Islam agar mampu melahirkan generasi yang berakhlak, berdaya saing, dan berkontribusi bagi pembangunan daerah.
Kegiatan itu turut dihadiri Pimpinan LPI Nurul Ulum Kyai Ahmad Yani, Ketua DWP Ikama Kalbar, tokoh agama, tokoh masyarakat, para kepala desa, serta ratusan santri dan warga.
Baca Juga : Wagub Krisantus Ajak Komunitas Otomotif Jadi Penggerak Sosial dan Promosi Wisata Kalbar
Krisantus mengapresiasi kiprah LPI Nurul Ulum yang telah lebih dari 40 tahun berperan dalam mencetak generasi berakhlak mulia. Menurutnya, keberagaman suku, agama, dan budaya di Kalimantan Barat merupakan kekuatan yang harus dijaga sebagai modal pembangunan.
“Kalimantan Barat ini guyub, harmonis, dan toleran. Keberagaman adalah anugerah Tuhan yang harus kita syukuri dan menjadi kekuatan untuk membangun daerah bersama,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa lulusan pesantren memiliki kesempatan yang sama dengan lulusan lembaga pendidikan lainnya untuk berkarier di berbagai bidang, termasuk menjadi pemimpin daerah maupun pejabat negara.
Karena itu, Krisantus mengajak para orang tua terus memberikan perhatian terhadap pendidikan agama dan pendidikan umum sebagai bekal masa depan anak.
“Santri memiliki peluang yang sama untuk menjadi pemimpin daerah, anggota legislatif, menteri, bahkan jenderal. Karena itu, perhatian terhadap pendidikan pesantren harus terus ditingkatkan,” tegasnya.
Baca Juga : Wagub Krisantus Dorong Birokrasi Profesional dan Tingkatkan Pelayanan Publik
Selain menyoroti dunia pendidikan, Krisantus juga meminta perusahaan perkebunan kelapa sawit di wilayah Kuala Mandor B menjalankan tanggung jawab sosial melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), khususnya untuk mendukung perbaikan infrastruktur jalan.
Menurutnya, Pemprov Kalbar akan mengambil langkah tegas terhadap perusahaan yang mengabaikan kewajiban sosialnya. Sementara itu, pemerintah daerah juga terus menginventarisasi ruas jalan provinsi yang akan diusulkan perbaikannya melalui APBD.
Menutup sambutannya, Krisantus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kerukunan, memperkuat persatuan, dan menolak segala bentuk perpecahan demi mewujudkan Kalimantan Barat yang aman, harmonis, dan sejahtera.*
