Pemerintah Luncurkan Stimulus Ekonomi Semester II 2026 Senilai Rp26,34 Triliun

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Presiden Prabowo Subianto saat mengumumkan stimulus ekonomi Semester II 2026 di Jakarta.

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Pemerintah Indonesia resmi meluncurkan paket Stimulus Ekonomi Semester II 2026 dengan total anggaran mencapai Rp26,34 triliun. Kebijakan ini disiapkan sebagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global yang masih berlangsung.

Paket stimulus tersebut diumumkan usai arahan Presiden Prabowo Subianto, sebagai respons terhadap berbagai tekanan eksternal, termasuk dampak konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah yang masih memengaruhi pasar global.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah bergerak cepat untuk memastikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga pada semester kedua 2026.

“Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto, pada kesempatan ini kami mengumumkan stimulus ekonomi di semester kedua,” ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (22/6/2026).

Stimulus ekonomi ini dibagi dalam tiga pilar utama yang mencakup delapan kebijakan strategis, mulai dari insentif konsumsi, penguatan tenaga kerja, hingga bantuan pangan bagi masyarakat.

Pilar pertama difokuskan untuk mendorong daya beli masyarakat sekaligus memberikan stimulus bagi sektor industri dan transportasi.

Salah satu kebijakan yang disorot adalah pemberian tarif khusus Pajak Penghasilan (PPh) Final Royalti sebesar 1,5 persen bagi penulis nasional. Kebijakan ini diharapkan mampu mendukung pertumbuhan industri kreatif sekaligus meningkatkan kesejahteraan para pelaku ekonomi kreatif.

Baca Juga : Wisata Halal Indonesia Melesat, Tempati Peringkat 2 Dunia di GMTI 2026

Selain itu, pemerintah juga menghadirkan berbagai diskon transportasi selama periode libur sekolah, mulai 20 Juni hingga 15 Agustus 2026.

Anggaran sebesar Rp190,5 miliar dialokasikan untuk potongan harga tiket kereta api sebesar 30 persen, tarif dasar kapal Pelni 30 persen, serta pembebasan jasa kepelabuhanan ASDP.

Untuk sektor penerbangan, pemerintah menanggung Pajak Pertambahan Nilai (PPN DTP) sebesar 100 persen bagi tiket pesawat domestik kelas ekonomi. Kebijakan ini didukung anggaran Rp472,7 miliar dan diperkirakan menjangkau sekitar 2,3 juta penumpang.

Program serupa juga akan diterapkan saat periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) pada 22 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027. Pemerintah menyiapkan anggaran Rp161,4 miliar untuk transportasi darat dan laut, ditambah subsidi PPN DTP pesawat domestik sebesar Rp722 miliar.

Untuk menjaga stabilitas harga dan biaya produksi industri, pemerintah turut menetapkan bea masuk nol persen bagi impor LPG untuk industri petrokimia serta bahan baku plastik. Kebijakan ini diproyeksikan memberikan multiplier effect sebesar Rp2,25 triliun.

Pilar kedua diarahkan pada penguatan kualitas sumber daya manusia serta perluasan kesempatan kerja, terutama bagi lulusan baru dan tenaga kerja terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).

Program Magang Nasional Tahap II akan dimulai pada Juli 2026 dengan alokasi anggaran Rp4,14 triliun. Program ini ditargetkan mampu menyerap sekitar 150 ribu lulusan perguruan tinggi.

Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan anggaran Rp2,12 triliun untuk pelatihan vokasi siap kerja.

Program ini difokuskan bagi 220 ribu lulusan SMK agar lebih siap masuk dunia industri, sekaligus memberikan peningkatan keterampilan bagi 50 ribu pekerja terdampak PHK.

Langkah ini diharapkan mampu memperkuat kelas menengah serta meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia di tengah perubahan pasar kerja global.

Baca Juga : Harga TBS Sawit Mulai Naik, Pemerintah Perketat Pengawasan Perusahaan

Pilar ketiga menjadi bagian penting dari stimulus melalui penguatan jaring pengaman sosial, khususnya bagi kelompok masyarakat rentan.

Mulai Juli 2026, sebanyak 33,24 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) akan menerima bantuan beras 10 kilogram per bulan selama tiga bulan berturut-turut. Program ini menghabiskan anggaran sebesar Rp17,54 triliun.

Selain itu, pemerintah juga menyalurkan subsidi kedelai bagi pengrajin tahu dan tempe melalui skema Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Bantuan diberikan hingga Rp2.000 per kilogram dengan kuota awal 250 ribu ton, khusus untuk wilayah yang mengalami lonjakan harga kedelai di atas Harga Acuan Pembelian (HAP).

Secara keseluruhan, alokasi anggaran stimulus dibagi ke dalam tiga sektor utama:

  • Insentif dan subsidi transportasi: Rp2,04 triliun
  • Program magang dan pelatihan vokasi: Rp6,26 triliun
  • Bantuan pangan dan jaring sosial: Rp18,04 triliun

Total stimulus ekonomi: Rp26,34 triliun

Melalui paket stimulus ini, pemerintah berharap daya beli masyarakat tetap terjaga, sektor usaha terus bergerak, serta perekonomian nasional mampu tumbuh stabil di tengah tantangan global yang masih dinamis.

Pemerintah optimistis kombinasi kebijakan fiskal ini akan memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia sepanjang paruh kedua 2026.*

Roy Suryo dan Dokter Tifa Dilimpahkan ke Kejaksaan Usai Berkas P21

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Direktorat Reserse Kriminal Khusus...

Berkas perkara Roy Suryo dan Dokter Tifa yang kini dalam proses pelimpahan tahap II dari Polda Metro Jaya ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

Wisata Halal Indonesia Melesat, Tempati Peringkat 2 Dunia di GMTI 2026

BERIKABARNEWS l SINGAPURA – Wisata halal Indonesia mencatat...

Pemandangan Menara Mesjid Banten sebagai salah satu destinasi wisata halal unggulan di Indonesia.

Harga TBS Sawit Mulai Naik, Pemerintah Perketat Pengawasan Perusahaan

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Harga Tandan Buah Segar...

Petani kelapa sawit sedang memanen tandan buah segar di perkebunan sawit Indonesia.

Kejaksaan Agung Berhasil Kembalikan Aset Eddy Tansil Rp51,6 Miliar ke Negara

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Kejaksaan Agung Republik Indonesia...

Jaksa Agung ST Burhanuddin menyerahkan hasil pemulihan aset Eddy Tansil senilai Rp51,6 miliar kepada Menteri Keuangan di BPA Fair 2026.

PBNU Tetapkan 1 Muharram 1448 H Jatuh Rabu 17 Juni 2026

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama...

PBNU menetapkan 1 Muharram 1448 Hijriah jatuh pada Rabu, 17 Juni 2026 berdasarkan hasil rukyatul hilal dan metode istikmal.

Pengendara Wajib Tahu, SIM Digital Bisa Jadi Pengganti SIM Fisik

BERIKABARNEWS l – Pengendara di Indonesia kini memiliki...

SIM digital melalui aplikasi Digital Korlantas di smartphone saat pemeriksaan oleh petugas kepolisian.

berita terkini