BERIKABARNEWS l SIDOARJO – Upaya penyelundupan narkotika senilai sekitar Rp2,9 miliar melalui Bandara Internasional Juanda, Jawa Timur, berhasil digagalkan petugas gabungan. Seorang warga negara (WN) Malaysia berusia 22 tahun ditangkap setelah kedapatan membawa sabu-sabu dan pil ekstasi yang diduga merupakan bagian dari jaringan internasional.
Komandan Pangkalan Udara TNI AL (Lanudal) Juanda Kolonel Henoch Nasarius Virzawan mengatakan, dari tangan pelaku petugas menyita delapan paket narkotika yang terdiri atas 990 gram sabu-sabu dan 1.089 butir pil ekstasi.
Pengungkapan kasus bermula dari informasi intelijen yang diterima Bea Cukai mengenai kedatangan penumpang mencurigakan dari Kuala Lumpur pada Rabu (29/7/2026).
Baca Juga : KMP Mutiara Sentosa 2 Terbakar di Perairan Sapudi, 231 Selamat dan 5 Meninggal Dunia
Meski barang bawaan pelaku tidak menunjukkan indikasi mencurigakan saat melewati pemeriksaan X-ray, petugas tetap melakukan penggeledahan badan karena mencurigai gerak-geriknya.
Hasil pemeriksaan menemukan seluruh paket narkotika dililitkan di bagian pinggang dan badan pelaku menggunakan korset berwarna hitam.
“Penyitaan ini diperkirakan berhasil menyelamatkan sekitar 6.584 jiwa dari bahaya penyalahgunaan narkotika,” ujar Kolonel Henoch dalam konferensi pers yang dibagikan kepada media, Selasa.
Keberhasilan menggagalkan penyelundupan ini merupakan hasil kerja sama TNI AL, Bea Cukai, Imigrasi, dan Aviation Security (Avsec) Bandara Juanda.
Baca Juga : Kopilot Malaysia Airlines Ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta, Diduga Selundupkan 26 Kg Ekstasi
TNI AL menegaskan akan terus memperkuat koordinasi dengan seluruh instansi terkait untuk meningkatkan pengawasan di jalur penerbangan internasional serta memutus jaringan penyelundupan narkotika melalui bandara.
Kasus ini menambah daftar pengungkapan penyelundupan narkoba dari Malaysia dalam beberapa waktu terakhir.
Sebelumnya, aparat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta juga menangkap seorang pilot WN Malaysia berusia 39 tahun yang diduga membawa sekitar 25 kilogram pil ekstasi dari Kuala Lumpur menggunakan koper.*
