BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Dalam upaya menjawab tantangan sektor kesehatan yang semakin kompleks, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat resmi menjalin kemitraan strategis dengan Fakultas Ilmu Kesehatan dan Psikologi Universitas Muhammadiyah Pontianak. Kerja sama ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem kesehatan daerah melalui kolaborasi lintas sektor.
Kemitraan tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama yang berlangsung di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Kamis (2/7/2026). Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Bumi Khatulistiwa.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Erna Yulianti, menegaskan bahwa peningkatan derajat kesehatan masyarakat tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Menurutnya, dibutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah, akademisi, praktisi, dunia usaha, media, dan masyarakat melalui pendekatan pentahelix.
“Keterlibatan akademisi sangat krusial dalam membangun ekosistem kesehatan yang lebih kuat, inovatif, dan berkelanjutan. Kehadiran institusi pendidikan seperti UM Pontianak adalah potensi strategis bagi kita,” ujar dr. Erna dalam sambutannya.
Baca Juga : IPM Kalbar Naik ke 72,09, Gubernur Ria Norsan Sebut Kualitas SDM Terus Meningkat
Melalui kerja sama ini, Dinkes Kalbar menargetkan sejumlah capaian strategis yang berdampak langsung pada peningkatan layanan kesehatan masyarakat.
Salah satu fokus utama adalah peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang kesehatan. Kolaborasi dengan dunia akademik diharapkan mampu memperkuat kompetensi tenaga kesehatan melalui transfer ilmu pengetahuan, pengembangan keterampilan, dan pembaruan wawasan sesuai perkembangan dunia medis.
Selain itu, kemitraan ini juga diarahkan untuk mendorong penelitian kesehatan yang berbasis pada kebutuhan daerah. Riset yang dihasilkan diharapkan lebih aplikatif dan mampu menjawab berbagai persoalan kesehatan yang dihadapi masyarakat Kalimantan Barat.
Aspek promotif dan preventif juga menjadi perhatian penting dalam kerja sama tersebut. Dinkes Kalbar ingin memperluas edukasi kesehatan kepada masyarakat agar kesadaran terhadap pola hidup sehat semakin meningkat, sehingga risiko penyakit dapat dicegah sejak dini.
Dr. Erna berharap penandatanganan kerja sama ini tidak berhenti sebagai formalitas administratif semata. Ia menekankan pentingnya implementasi program yang konkret agar manfaat kolaborasi benar-benar dirasakan masyarakat di seluruh wilayah Kalimantan Barat.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan institusi pendidikan memiliki peran besar dalam melahirkan inovasi yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan secara berkelanjutan.
Baca Juga : Pemprov Kalbar Dorong CSR Perusahaan untuk Perluas Perlindungan Jamsostek Pekerja Rentan
Dalam kesempatan itu, dr. Erna juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran pimpinan serta civitas akademika Fakultas Ilmu Kesehatan dan Psikologi UM Pontianak atas komitmen yang diberikan dalam mendukung pembangunan kesehatan daerah.
Ia optimistis kerja sama ini akan menjadi langkah progresif dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kalimantan Barat.
Acara penandatanganan tersebut turut dihadiri jajaran Eselon III di lingkungan Dinkes Provinsi Kalbar, serta para dekan, kepala program studi, dan jajaran terkait dari Fakultas Ilmu Kesehatan dan Psikologi UM Pontianak.
Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi contoh sinergi positif antara pemerintah dan institusi pendidikan dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya di sektor kesehatan.*
