Kemenkes Tingkatkan Kewaspadaan Ebola, Faskes Diminta Perkuat Kesiapsiagaan

Ilustrasi virus Ebola - antisipasi penyebaran penyakit infeksi emerging di Indonesia.

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (faskes) di Indonesia meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi penyebaran virus Ebola. Langkah ini dilakukan meski hingga saat ini belum ditemukan kasus konfirmasi Ebola di Indonesia.

Direktur Pelayanan Klinis Kemenkes, Obrin Parulian, menegaskan sistem kesehatan nasional harus selalu siap menghadapi ancaman penyakit infeksi emerging yang dapat muncul kapan saja.

“Pandemi maupun penyakit infeksi emerging dapat terjadi kapan saja dan dari mana saja. Karena itu, sistem kesehatan harus selalu siap,” ujar Obrin dalam webinar “Waspada Penyakit Ebola: Kenali Lebih Dekat, Cegah Lebih Cepat”, yang dikutip dari InfoPublik.id, Jumat (29/5/2026).

Ebola merupakan penyakit infeksi serius yang disebabkan virus dari genus Orthoebolavirus. Penularannya dapat terjadi melalui kontak langsung dengan hewan terinfeksi maupun cairan tubuh manusia seperti darah, urine, feses, air liur, hingga cairan semen. Virus juga dapat menyebar melalui benda yang telah terkontaminasi.

Menurut Obrin, masa inkubasi Ebola berkisar antara dua hingga 21 hari dengan tingkat kematian yang cukup tinggi, tergantung jenis strain virus.

“Tingkat kematian tertinggi terjadi pada Ebola yang disebabkan oleh strain Zaire, di mana angka fatalitasnya bahkan dapat menyentuh 90 persen,” jelasnya.

Baca Juga : Kunci Keberhasilan Terapi Anak Cerebral Palsy Ada pada Peran Orang Tua

Saat ini, World Health Organization atau WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Menjadi Perhatian Internasional (PHEIC).

Berdasarkan data terbaru, terdapat 171 kasus suspek dengan 160 kematian, sementara 66 kasus telah terkonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium.

Sebagai langkah antisipasi, Kemenkes meminta seluruh faskes memperkuat empat tahapan kesiapsiagaan, yakni pencegahan, deteksi dini, penanganan, dan pemulihan sistem kesehatan.

Dalam tahap pencegahan, pengawasan pintu masuk dan penyebaran antarwilayah diperketat. Sementara pada tahap deteksi, tenaga kesehatan diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala klinis dan faktor risiko pasien.

Kemenkes juga meminta rumah sakit menyiapkan tata laksana penanganan pasien suspek Ebola, termasuk sistem rujukan dan kesiapan laboratorium.

Baca Juga : Tak Cukup Diet, Obat Kolesterol Bantu Seimbangkan LDL dan HDL

Selain itu, fasilitas kesehatan diwajibkan memastikan kesiapan ruang isolasi, ruang tekanan negatif, ICU, hingga sistem pelaporan kapasitas tempat tidur yang terintegrasi.

Kemenkes telah menerbitkan surat edaran kewaspadaan Ebola yang mewajibkan tenaga kesehatan menerapkan pencegahan dan pengendalian infeksi secara ketat serta segera melaporkan jika menemukan kasus suspek.

Masyarakat juga diimbau menjaga protokol kesehatan, menghindari kontak dengan hewan liar, dan tidak mengonsumsi daging liar yang tidak dimasak sempurna.

Bagi warga yang mengalami gejala mencurigakan setelah bepergian dari wilayah terjangkit Ebola, diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat untuk penanganan lebih lanjut.*

Rekor! 104 Ribu Pasien dari Luar Negeri Berobat ke RS Sarawak

BERIKABARNEWS l KUCHING – Industri wisata medis di...

Salah satu fasilitas robotik di RS Sarawak, yang mendukung layanan wisata medis modern.

Perkuat Layanan Penyakit Dalam, Normah Hadirkan Dr. Sim Sing Yang

BERIKABARNEWS l KUCHING – Normah Medical Specialist Centre...

Poster ucapan selamat datang Dr. Sim Sing Yang sebagai dokter spesialis penyakit dalam di Normah Medical Specialist Centre Kuching.

Kunci Keberhasilan Terapi Anak Cerebral Palsy Ada pada Peran Orang Tua

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Upaya meningkatkan kualitas hidup...

Fisioterapis Endang Sari Purwatiningsih memberikan edukasi kepada pasien dan pengunjung di Klinik Penyakit Anak RSUD SSMA Pontianak, Kamis (23/4/2026).

Layanan Bedah di Normah Makin Lengkap, Hadirkan Dokter Ahli Dr Syed Abdul Wahhab

BERIKABARNEWS l KUCHING – Normah Medical Specialist Centre...

Dr. Syed Abdul Wahhab dokter spesialis bedah di Normah Medical Specialist Centre Kuching.

Tak Cukup Diet, Obat Kolesterol Bantu Seimbangkan LDL dan HDL

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Menjaga kadar kolesterol tetap...

Apoteker Bonita Dwi Anggreini saat sosialisasi penggunaan obat kolesterol di RSUD SSMA Pontianak

Kuching Specialist Hospital Raih Penghargaan Layanan Ortopedi Terbaik di Healthcare Asia Awards 2026

BERIKABARNEWS l KUCHING – Kuching Specialist Hospital (KcSH)...

Kuching Specialist Hospital menerima penghargaan ortopedi terbaik di Healthcare Asia Awards 2026 di Singapura.

berita terkini