BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Modernisasi sektor pertanian di Kalimantan Barat kembali mendapat dorongan dengan hadirnya DJI Agras T55, drone pertanian generasi terbaru yang resmi diluncurkan PT Wahana Inti Selaras (WISEL). Teknologi ini dirancang untuk membantu proses penyemprotan pestisida dan pemupukan menjadi lebih cepat, efisien, serta mampu menjangkau berbagai kondisi lahan.
General Manager Sales Marketing PT Wahana Inti Selaras, Nanang Widyanarko, mengatakan DJI Agras T55 merupakan pengembangan dari seri sebelumnya, DJI Agras T50, dengan sejumlah peningkatan yang membuat kinerjanya lebih optimal.
“Drone ini menggunakan propeller yang lebih fleksibel sehingga tekanan angin ke bawah (down draft) lebih kecil. Dengan begitu, distribusi semprotan menjadi lebih merata dan hasil aplikasi lebih maksimal,” ujarnya usai peluncuran DJI Agras T55 di Qubu Resort, Pontianak, Selasa (21/7/2026).
Salah satu keunggulan DJI Agras T55 adalah efisiensi penggunaan air. Jika metode penyemprotan konvensional membutuhkan sekitar 600 liter air per hektare, drone ini hanya memerlukan sekitar 50 hingga 100 liter per hektare, tergantung kebutuhan aplikasi.
Selain menghemat air, penggunaan drone juga mampu meningkatkan produktivitas kerja secara signifikan. Penyemprotan manual umumnya hanya mampu menjangkau sekitar dua hektare lahan dalam sehari, sedangkan DJI Agras T55 dapat mengerjakan hingga 25 hektare dalam waktu yang sama.

Baca Juga : Sekda Kalbar Dorong Bapenda Optimalkan Penagihan Pajak untuk Perkuat PAD
Menurut Nanang, teknologi drone pertanian bukan untuk menggantikan tenaga manusia, melainkan menjadi solusi dalam meningkatkan efisiensi dan ketepatan pekerjaan di lapangan.
“Selain lebih cepat dan efisien, seluruh proses pekerjaan dapat dipantau dan dianalisis secara digital sehingga memudahkan evaluasi maupun pengelolaan lahan,” katanya.
DJI Agras T55 dibekali tangki cair berkapasitas 50 liter untuk penyemprotan pestisida maupun penyiraman tanaman. Sementara untuk aplikasi pupuk granul, drone ini mampu membawa muatan hingga 55 kilogram dalam sekali terbang.
Kemampuan tersebut didukung sistem navigasi yang memungkinkan drone beroperasi di berbagai karakter lahan, termasuk area berbukit dan lereng yang selama ini cukup sulit dijangkau menggunakan peralatan konvensional.
Baca Juga : Pengembangan Agribisnis Ayam Petelur di Ketapang Perkuat Kemandirian Ekonomi Desa
Nanang mengungkapkan penggunaan drone pertanian di Kalimantan terus mengalami peningkatan dalam dua tahun terakhir. Jika sebelumnya teknologi ini lebih banyak dimanfaatkan perusahaan perkebunan sawit dan kehutanan di Sumatera, kini pelaku usaha perkebunan maupun petani di Kalimantan mulai mengadopsinya untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan lahan.
Menurutnya, perkembangan teknologi pertanian menjadi salah satu solusi dalam menjawab tantangan sektor pertanian modern, mulai dari efisiensi biaya operasional hingga peningkatan produktivitas.
“Teknologi drone menjadi solusi untuk meningkatkan produktivitas karena mampu bekerja lebih cepat, lebih hemat, dan memberikan hasil yang lebih efektif dalam pengelolaan lahan pertanian maupun perkebunan,” pungkasnya.*
