BERIKABARNEWS l BANJARMASIN – Sebanyak 622 personel SAR gabungan dikerahkan untuk mencari 129 penumpang yang masih hilang setelah kapal penumpang Virgo Transport 8 tenggelam di Perairan Laut Jawa, Senin (14/9/2026).
Belasan armada kapal turut dikerahkan untuk menyisir perairan di sekitar lokasi kejadian. Operasi pencarian dilakukan di tengah kondisi gelombang laut yang masih menjadi tantangan bagi tim SAR.
Virgo Transport 8 sebelumnya berlayar dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Kapal yang mengangkut 243 orang tersebut mengalami kecelakaan akibat cuaca buruk pada Minggu (13/9/2026) dini hari.
Baca Juga : Kapal Rute Surabaya-Banjarmasin Hilang Kontak di Laut Jawa, Pencarian Digelar
Operasi pencarian dipimpin Kantor SAR Banjarmasin dengan fokus utama pada koordinat lokasi kapal terbalik.
Sebanyak 622 personel SAR gabungan diterjunkan untuk melakukan penyisiran melalui jalur laut dan udara. Sekitar 12 kapal penyelamat juga dilibatkan untuk memperluas jangkauan pencarian korban.
Dari hasil pemantauan di lokasi, lambung kapal Virgo Transport 8 yang memiliki warna merah-hitam ditemukan dalam kondisi terbalik. Sebagian badan kapal juga masih berada di bawah permukaan laut.
Kepala Kantor SAR Banjarmasin I Putu Sudayana mengatakan pencarian korban yang belum ditemukan kembali dilakukan sejak Senin pagi.
“Kami telah melanjutkan pencarian korban hilang sejak pagi hari. Kami mengerahkan 622 personel dan sekitar 12 kapal,” ujar I Putu Sudayana.
Hingga Senin pagi, enam orang dilaporkan meninggal dunia. Sementara itu, 108 penumpang berhasil diselamatkan dari lokasi kecelakaan.
Berdasarkan data tersebut, masih terdapat penumpang yang belum ditemukan dan pencarian terus dilakukan oleh tim SAR gabungan.
Baca Juga : BMKG Catat Ribuan Hotspot, Risiko Karhutla Masih Tinggi
Kecelakaan kapal diduga terjadi setelah gelombang tinggi menghantam bagian lambung kanan atau starboard Virgo Transport 8.
Hantaman gelombang menyebabkan kapal miring hingga akhirnya terbalik. Kondisi tersebut membuat proses pencarian dan evakuasi harus dilakukan dengan memperhatikan situasi gelombang di perairan.
Sementara itu, Kementerian Perhubungan bersama pihak berwenang masih melakukan investigasi untuk mengetahui lebih jauh penyebab kecelakaan pelayaran Virgo Transport 8.*
