BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Rencana penyediaan internet gratis Starlite untuk sekolah dan puskesmas di Kalimantan Barat mulai dibahas Pemerintah Provinsi Kalbar bersama PT Solusi Sinergi Borneo.
Pembahasan tersebut dilakukan dalam audiensi antara Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kalbar dengan pihak PT Solusi Sinergi Borneo.
Audiensi dipimpin Kepala Bapperida Kalbar Dra. Linda Purnama, M.Si., didampingi jajaran kepala bidang. Sementara PT Solusi Sinergi Borneo diwakili Farizman Arizal.
Baca Juga : APBD Perubahan Kalbar 2026 Disetujui, Karhutla dan Infrastruktur Jadi Fokus
Program internet gratis Starlite dirancang untuk menjangkau fasilitas pelayanan publik, khususnya sekolah dan puskesmas di berbagai wilayah Kalimantan Barat.
Penyediaan akses internet tersebut diharapkan dapat memperluas konektivitas sekaligus mendukung pelayanan pendidikan dan kesehatan masyarakat.
Untuk sektor pendidikan, internet gratis dapat dimanfaatkan dalam kegiatan pembelajaran digital. Siswa dan tenaga pengajar juga dapat lebih mudah mengakses berbagai sumber pembelajaran melalui internet.
Sementara bagi puskesmas, akses jaringan internet diharapkan mendukung integrasi data dan sistem informasi pelayanan kesehatan di kabupaten dan kota se-Kalimantan Barat.
Program ini juga ditujukan untuk membantu mengurangi kesenjangan akses teknologi, terutama di wilayah kecamatan yang masih memiliki keterbatasan jaringan internet.
Baca Juga : Ria Norsan Apresiasi Sinergi BPN Kalbar dalam Penyelesaian Persoalan Agraria
Rencana pemasangan internet gratis Starlite menjadi salah satu upaya mendukung program Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam memperluas akses internet di sekolah.
Program tersebut juga dinilai sejalan dengan agenda nasional “Digitalisasi Pembelajaran untuk Indonesia Cerdas” yang diluncurkan Presiden RI Prabowo Subianto pada 17 November 2025.
Melalui kolaborasi dengan pihak swasta, Bapperida Kalbar berharap rencana pemasangan jaringan Starlite dapat segera diwujudkan secara konkret.
Kehadiran internet gratis tersebut diharapkan dapat mempercepat transformasi digital yang merata dan inklusif, terutama dalam menunjang layanan pendidikan dan kesehatan di Kalimantan Barat.*
