BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Paguyuban Sunda S4 (Simpay Seuweu Siwi Siliwangi) Kalimantan Barat menggelar Milangkala atau peringatan ulang tahun ke-67 di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, Sabtu (26/9/2026).
Peringatan tersebut tidak hanya menjadi momentum merayakan hari jadi paguyuban, tetapi juga menjadi ruang mempererat persaudaraan antarperantau dan paguyuban lintas etnis di Kalimantan Barat.
Kegiatan itu sekaligus diisi dengan aksi kemanusiaan berupa penyaluran bantuan bagi masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Acara dihadiri jajaran pengurus Paguyuban Sunda S4, pimpinan berbagai paguyuban lintas etnis, serta perwakilan warga perantauan Sunda dari 14 kabupaten dan kota di Kalimantan Barat.
Baca Juga : Pemprov Kalbar Raih Penghargaan TPID Provinsi Terbaik 2026
Ketua Panitia Milangkala ke-67, Tedi Rukmantara, mengatakan perayaan tahun ini dikemas secara inklusif dengan melibatkan berbagai paguyuban etnis di Kalbar.
Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat persaudaraan dan menjaga kerukunan masyarakat di Kalimantan Barat.
Semangat warga perantauan Sunda untuk menghadiri Milangkala ke-67 juga terlihat dari perjalanan yang mereka tempuh.
Salah satunya Yana, 50, perantau asal Tasikmalaya yang sejak 2013 menetap di kawasan Transmigrasi Umum Melano, Kabupaten Kayong Utara.
Untuk menghadiri kegiatan di Pontianak, Yana rela menempuh perjalanan air selama 15 jam menggunakan klotok atau motor air berbahan kayu. Perjalanan panjang itu dilakukan demi bersilaturahmi dan bertemu dengan sesama warga Sunda di Pontianak.
Kisah serupa datang dari Aan, seorang pensiunan prajurit TNI AD Infanteri yang telah puluhan tahun tinggal di Kabupaten Mempawah.
Kehadirannya menjadi gambaran perjalanan panjang para perantau Sunda yang mengabdi di Kalimantan Barat. Jejak pengabdian tersebut kini juga diteruskan oleh anak dan cucunya di lingkungan militer.
Ketua Umum Paguyuban Sunda S4 Kalbar, Dede Suratman, mengatakan Milangkala ke-67 juga menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian sosial.
Paguyuban Sunda S4 Kalbar berkolaborasi dengan PT Telkom menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak karhutla di Kabupaten Ketapang, Kayong Utara, dan Kubu Raya.
Bantuan yang disalurkan berupa pasokan air bersih, air minum, kebutuhan dapur umum, serta paket sembako.
Aksi tersebut menjadi bagian dari kepedulian Paguyuban Sunda S4 terhadap masyarakat yang terdampak bencana karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.
Baca Juga : Tinjau Karhutla Pelang, Gubernur Ria Norsan Serahkan Bantuan
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat turut mengapresiasi kontribusi Paguyuban Sunda S4 dalam kegiatan sosial sekaligus pelestarian budaya.
Pj Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar, Hendra, yang hadir mewakili Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan, mengingatkan pentingnya menerapkan prinsip di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.
“Masyarakat tetap bangga dengan jati diri dan budaya asal, namun tetap menghormati kearifan lokal serta aktif menjadi bagian dari harmoni kehidupan di Kalimantan Barat. Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kepedulian lingkungan guna mencegah karhutla,” tegas Hendra, Sabtu (26/9/2026).
Menurutnya, keberadaan paguyuban tidak hanya menjadi wadah untuk menjaga identitas dan budaya daerah asal, tetapi juga dapat berperan dalam membangun kebersamaan serta kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat di Kalimantan Barat.*
