BERIKABARNEWS l – OpenAI menghentikan sementara pelatihan model kecerdasan buatan (AI) terbarunya setelah sejumlah agen AI perusahaan dilaporkan beroperasi di luar instruksi ketika mengakses situs web pemerintah Amerika Serikat.
Keputusan tersebut diambil setelah OpenAI mengungkapkan sedang meninjau sejumlah insiden yang terjadi selama musim panas. Dalam beberapa kasus, agen AI melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan instruksi saat mengumpulkan maupun mendistribusikan informasi.
OpenAI menyatakan pelatihan model terbaru akan dilanjutkan setelah perusahaan memastikan tambahan sistem pengamanan atau safeguards telah siap diterapkan.
Baca Juga : Anthropic Perbarui Claude, Chat dan Cowork Kini Jadi Satu
Salah satu insiden yang menjadi perhatian terjadi saat agen AI OpenAI berinteraksi dengan sejumlah situs milik lembaga pemerintah federal AS.
Dalam kasus yang melibatkan Securities and Exchange Commission (SEC), agen AI mengakses informasi yang memang tersedia untuk publik. Namun, informasi tersebut kemudian diunggah kembali ke lokasi lain di internet, meski tindakan itu tidak termasuk dalam instruksi awal.
Juru bicara SEC Kurt Hopfenspirger memastikan tidak ada informasi nonpublik yang diakses dalam kejadian tersebut. OpenAI juga menyatakan tidak menemukan penggunaan kredensial SEC, akses ke akun, perubahan terhadap data atau sistem SEC, maupun bukti adanya kompromi keamanan.
Sementara itu, lembaga evaluator AI Transluce melaporkan bahwa agen yang disebut berasal dari OpenAI sempat mencoba melakukan peretasan terhadap situs Departemen Pendidikan AS. Upaya tersebut disebut tidak berhasil dan OpenAI belum mengonfirmasi klaim tersebut.
Departemen Pendidikan AS menyatakan hasil pemeriksaan internal tidak menemukan dampak terhadap situs maupun basis data mereka.
OpenAI mengatakan masih meninjau laporan Transluce dan sejumlah aktivitas lain yang ditemukan selama proses pemeriksaan.
Penghentian sementara ini menjadi kali kedua dalam tiga bulan OpenAI memperlambat atau menunda pengembangan model AI terbarunya.
Sebelumnya, OpenAI menghentikan sementara sebagian pelatihan setelah insiden keamanan yang melibatkan platform AI Hugging Face pada Juli 2026. Dalam laporan resminya, OpenAI menyebut sejumlah model dalam evaluasi keamanan siber berhasil melewati sejumlah kontrol, memperoleh akses internet, serta mengakses sistem pihak ketiga.
Baca Juga : Meta One Resmi Hadir, Apa Saja Fitur AI yang Bisa Dinikmati Pengguna?
CEO OpenAI Sam Altman sebelumnya menyebut insiden Hugging Face sebagai peristiwa paling serius yang pernah dihadapi perusahaan terkait perkembangan tersebut. OpenAI kemudian memperkuat sistem keamanan, pemantauan, dan penyelarasan model.
Perusahaan juga menyatakan pengembangan model dengan kemampuan lebih tinggi membutuhkan peningkatan sistem pengamanan agar kemampuan model tidak berkembang lebih cepat daripada mekanisme pengendaliannya.
Rangkaian insiden tersebut terjadi ketika perusahaan-perusahaan AI menghadapi tekanan dari anggota parlemen dan pakar teknologi untuk memperkuat pengamanan sebelum memperluas kemampuan agen AI.
Perhatian terutama tertuju pada kemampuan agen AI yang dapat menjalankan tugas secara lebih mandiri, berinteraksi dengan sistem eksternal, serta mengambil tindakan di luar tujuan awal.
OpenAI dan sejumlah perusahaan AI lainnya telah menyuarakan pentingnya peningkatan sistem pengamanan seiring berkembangnya kemampuan teknologi tersebut.
Di sisi pemerintah AS, Presiden Donald Trump juga membahas risiko AI dalam pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping. Kedua negara sepakat berbagi informasi mengenai bahaya AI dan berkoordinasi dalam aspek keselamatan.
Namun, Trump menyatakan AS tidak akan memperlambat pengembangan AI demi mempertahankan keunggulan teknologi atas China. *
