BERIKABARNEWS l KAPUAS HULU – Satu unit rumah milik Kepri (36), warga Dusun Bantas, Desa Nanga Betung, Kecamatan Boyan Tanjung, Kabupaten Kapuas Hulu, terbakar pada Sabtu (7/11/2026) sekitar pukul 08.30 WIB. Kebakaran tersebut diduga dipicu korsleting pada kabel listrik induk di bagian atas rumah.
Peristiwa bermula ketika Kepri bersama istrinya sedang membangun dapur. Saat beraktivitas, keduanya mencium bau hangus yang menyengat. Tidak lama kemudian, ketika berada di ruang tamu, mereka melihat kabel listrik utama di atas plafon sudah terbakar.
Menyadari adanya bahaya, istri Kepri segera keluar rumah untuk mematikan sakelar meteran listrik. Namun, saat kembali masuk untuk menyelamatkan barang berharga, api menyambar bagian punggungnya di dekat leher.
Melihat kobaran api semakin membesar, pasangan tersebut akhirnya menyelamatkan diri dan berteriak meminta pertolongan warga sekitar.
Baca Juga : Warga Bika Tenggelam di Sungai Kapuas Ditemukan Meninggal
Warga setempat kemudian bergotong royong memadamkan api. Berkat bantuan dan respons cepat masyarakat, kebakaran berhasil dipadamkan sekitar pukul 09.15 WIB.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp100 juta. Sejumlah dokumen dan surat penting milik korban turut hangus karena tidak sempat diselamatkan.
Personel Polsek Boyan Tanjung telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.
Baca Juga : Tabrakan Maut di Jalan Merdeka Timur Sekadau, Pemotor Tewas
Menyikapi kejadian tersebut, Polres Kapuas Hulu mengingatkan masyarakat agar rutin memeriksa kondisi instalasi dan sambungan listrik di rumah masing-masing.
Warga juga diminta segera mengambil langkah penanganan atau menghubungi teknisi apabila menemukan kabel dan sambungan listrik yang sudah aus maupun mencium bau hangus. Langkah tersebut penting untuk mencegah potensi kebakaran.
Polres Kapuas Hulu turut menyampaikan keprihatinan atas musibah yang dialami keluarga korban. Masyarakat sekitar juga diajak untuk saling membantu meringankan beban keluarga yang terdampak.**
