BERIKABARNEWS l BANGKOK – Serangan udara yang dilancarkan militer Myanmar menghantam dua sekolah swasta di Desa Thayet Thapin, Kota Kyauktaw, Negara Bagian Rakhine, pada Kamis malam (11/9/2025). Insiden ini menewaskan sedikitnya 18 orang, mayoritas merupakan pelajar.
Menurut laporan kelompok bersenjata Tentara Arakan (AA) dan media lokal, lebih dari 20 orang lainnya mengalami luka-luka, enam di antaranya dalam kondisi kritis. Hingga kini, militer Myanmar belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait serangan tersebut.
Juru bicara Tentara Arakan, Khaing Thukha, mengatakan kepada Associated Press bahwa sebuah jet tempur militer menjatuhkan dua bom di Sekolah Menengah Swasta Pyinnyar Pan Khinn dan A Myin Thit.
“Sebagian besar korban adalah siswa berusia 17 hingga 18 tahun,” ungkap Thukha.
Situasi di desa tersebut sulit diverifikasi secara independen karena akses internet dan layanan telekomunikasi di Rakhine sebagian besar terputus.
Baca Juga : Charlie Kirk Tewas Ditembak di Universitas Utah Valley, AS Berduka atas Kekerasan Politik
Eskalasi Konflik Myanmar
Kyauktaw, yang berjarak sekitar 250 kilometer barat daya Mandalay, telah berada di bawah kendali Tentara Arakan sejak Februari 2024. Kelompok etnis bersenjata ini menuntut otonomi dari pemerintah pusat Myanmar dan telah menguasai markas militer regional serta 14 dari 17 kotapraja di Rakhine sejak melancarkan serangan pada November 2023.
Myanmar sendiri masih dilanda krisis sejak Kudeta Myanmar 2021 yang menggulingkan pemerintahan sipil Aung San Suu Kyi. Penindasan terhadap aksi protes damai memicu perlawanan bersenjata yang kini meluas ke berbagai wilayah negara.
Menurut data lembaga swadaya masyarakat, lebih dari 7.200 orang telah tewas akibat tindakan pasukan keamanan sejak kudeta tersebut.
Dampak Serangan
Wai Hun Aung, pemimpin kelompok bantuan di Rakhine, menyebut korban tewas termasuk 30 hingga 40 siswa asrama sekolah. Ia menambahkan, setidaknya enam rumah di sekitar lokasi juga hancur akibat ledakan.
Sementara itu, media daring lokal berbasis di Rakhine melaporkan jumlah korban tewas mencapai 22 orang. Mereka juga mengunggah foto dan video yang menunjukkan reruntuhan bangunan sekolah dan rumah warga.
Rakhine: Daerah Konflik Berkepanjangan
Rakhine, atau dulu dikenal sebagai Arakan, pernah menjadi sorotan dunia pada 2017 ketika militer Myanmar melakukan operasi brutal terhadap etnis minoritas Rohingya. Tragedi tersebut memaksa sekitar 740.000 orang Rohingya mengungsi ke Bangladesh.
Serangan terbaru ini menambah daftar panjang kekerasan di kawasan tersebut dan memperburuk penderitaan warga sipil yang terjebak dalam konflik berkepanjangan antara militer Myanmar dan kelompok etnis bersenjata. (ing)
Sumber : Apnews.com
