Kolaborasi Tesla-Intel? Elon Musk Wacanakan Pabrik Chip AI Baru

Tesla dan Intel berpotensi berkolaborasi dalam pengembangan pabrik chip AI raksasa yang diwacanakan Elon Musk. (pexels.com/@zion)

BERIKABARNEWS l – CEO Tesla, Elon Musk, mengumumkan rencana besar perusahaannya untuk membangun pabrik chip kecerdasan artifisial (AI) berskala raksasa atau “gigantic chip fab” demi mendukung ambisi kendaraan otonom Tesla. Pengumuman tersebut disampaikan dalam rapat tahunan pemegang saham Tesla pada Kamis (5/11/2025).

Pernyataan Musk langsung mengguncang industri semikonduktor global, bahkan membuat saham Intel naik 4% dalam perdagangan setelah jam kerja.

Tesla diketahui tengah mengembangkan chip AI generasi kelima (AI5) yang dirancang untuk menunjang sistem Full Self-Driving (FSD) dan teknologi otonom lainnya.

Musk menjelaskan bahwa pasokan chip dari pemasok besar seperti TSMC dan Samsung masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan masif Tesla.

“Saya pikir kami mungkin harus membuat Tesla terafab, seperti Giga, tapi jauh lebih besar. Saya tidak melihat cara lain untuk mencapai volume chip yang kami butuhkan,” kata Musk.

Pabrik tersebut, lanjutnya, harus mampu memproduksi hingga 100.000 wafer per bulan, sebuah kapasitas yang sebanding dengan fasilitas semikonduktor terbesar di dunia.

Elon Musk Pertimbangkan Kerja Sama dengan Intel

Selain membangun pabrik sendiri, Musk juga membuka peluang kerja sama strategis dengan Intel, salah satu raksasa chip asal Amerika Serikat yang tengah bersaing dengan Nvidia di pasar AI.

“Kami belum menandatangani apa pun, tapi mungkin ada baiknya berdiskusi dengan Intel,” ujar Musk di hadapan pemegang saham.

Intel sendiri baru-baru ini mendapatkan investasi 10% dari pemerintah AS, sebagai bagian dari upaya memperkuat industri semikonduktor domestik.

Baca Juga : Kolaborasi Huawei–Seres Jadi Magnet Investor di Bursa Hong Kong

Langkah Tesla ini juga merupakan bagian dari visi jangka panjang Elon Musk untuk membuat chip yang hemat daya, berbiaya rendah, dan terintegrasi penuh dengan perangkat lunak Tesla.

Menurut Musk, chip buatan Tesla nantinya hanya akan menggunakan sepertiga daya chip Nvidia Blackwell dan biaya produksinya 10% lebih murah.

Dengan ambisi ini, Musk semakin menegaskan pergeseran Tesla dari sekadar produsen kendaraan listrik (EV) menjadi perusahaan teknologi AI dan robotika. Rencana tersebut juga mendapat dukungan pemegang saham setelah menyetujui paket kompensasi senilai USD 1 triliun untuk Musk selama 10 tahun ke depan, bentuk kepercayaan penuh pada visinya membangun masa depan berbasis kecerdasan buatan. *

 

Sumber : 

Reuters

28 Tahun Google, Dari BackRub hingga Jadi Raksasa Teknologi Dunia

BERIKABARNEWS l – Google memperingati ulang tahun ke-28...

Google Doodle memperingati ulang tahun Google ke-28. (Google)

OpenAI Hentikan Sementara Pelatihan Model AI Terbaru

BERIKABARNEWS l – OpenAI menghentikan sementara pelatihan model...

OpenAI menghentikan sementara pelatihan model AI terbaru. (Foto: unsplash.com/@boliviainteligente)

Anthropic Perbarui Claude, Chat dan Cowork Kini Jadi Satu

BERIKABARNEWS l – Anthropic memperbarui asisten kecerdasan buatannya,...

Anthropic memperbarui Claude dengan menggabungkan fitur Chat dan Cowork dalam satu antarmuka. (Foto: Claude)

Meta One Resmi Hadir, Apa Saja Fitur AI yang Bisa Dinikmati Pengguna?

BERIKABARNEWS l – Meta Platforms resmi meluncurkan layanan...

Meta One menghadirkan lebih dari 50 fitur AI untuk pengguna Instagram, Facebook, dan WhatsApp. (Foto: Meta)

Anthropic Kejar IPO Fantastis, Nvidia Berpotensi Jadi Investor Jangkar

BERIKABARNEWS l – Startup kecerdasan buatan (AI) Anthropic...

Anthropic dikabarkan menyiapkan IPO dengan Nvidia sebagai investor jangkar. (x.com/AnthropicAI)

iPhone Duo Resmi Meluncur, Ini Spesifikasi iPhone Lipat Pertama Apple

BERIKABARNEWS l – Apple resmi memperkenalkan iPhone Duo,...

Apple memperkenalkan iPhone Duo sebagai iPhone lipat pertama dengan chip A20 Pro. (Foto: apple.com)

berita terkini