BERIKABARNEWS l LONDON – Manajer Arsenal, Mikel Arteta, menanggapi santai kritik terhadap taktik bola mati timnya jelang laga melawan Brighton & Hove Albion. Ia menegaskan, dominasi Arsenal dalam situasi sepak pojok bukan cara membuang waktu, melainkan bagian dari evolusi sepak bola modern.
Musim ini, Arsenal tampil impresif di Premier League dengan memimpin klasemen sementara. The Gunners telah mencetak 16 gol dari situasi sepak pojok, menyamai rekor liga meski kompetisi masih menyisakan sembilan pertandingan.
Namun efektivitas itu justru menuai kritik dari pelatih Brighton, Fabian Huerzeler. Ia menilai Arsenal kerap menghabiskan waktu terlalu lama saat mengeksekusi tendangan sudut.
Menanggapi hal tersebut, Arteta memberi jawaban tegas. Ia mengaku justru kecewa timnya belum mencetak lebih banyak gol dari skema bola mati.
“Saya malah kesal karena kami tidak mencetak gol lebih banyak lagi. Kami ingin menjadi tim paling dominan dalam setiap aspek permainan,” ujar Arteta, Selasa (2/3/2026).
Baca Juga : Tottenham Terpuruk, Kalah dari Fulham dan Kian Dekat Zona Degradasi
Menurut pelatih asal Spanyol itu, perkembangan taktik sepak bola membuat situasi open play semakin sulit menghasilkan peluang bersih. Tim-tim papan atas kini menerapkan penjagaan ketat hampir di setiap lini, termasuk dalam momen bola mati.
“Sekarang hampir semuanya man-to-man. Setiap sekuens permainan sudah dipelajari detail. Evolusi permainan memang mengarah ke sana,” jelasnya.
Di sisi lain, Huerzeler mendorong adanya transparansi soal waktu bermain efektif. Ia menilai penonton berhak menyaksikan durasi bola aktif yang lebih panjang, mengingat harga tiket yang terus meningkat.
Arsenal saat ini unggul lima poin atas Manchester City di puncak klasemen, meski sang juara bertahan masih memiliki satu laga sisa. Duel melawan Brighton diprediksi menjadi ujian taktik menarik, terutama dalam adu strategi bola mati.*
Sumber :
Reuters
