BERIKABARNEWS l JAKARTA – Kota Pontianak dipastikan menjadi tuan rumah ajang bergengsi AVC Men’s Volleyball Champions League Pontianak 2026. Kepastian tersebut mengemuka dalam acara drawing of lots yang digelar di Ballroom Le Méridien Jakarta pada Minggu (15/3/2026).
Melalui pengundian tersebut, delapan klub bola voli terbaik Asia resmi terbagi ke dalam dua grup sekaligus menentukan jadwal pertandingan pembuka turnamen yang akan berlangsung pada 13–17 Mei 2026.
Ajang ini akan digelar di GOR Terpadu Ahmad Yani dan menjadi momentum penting bagi Pontianak untuk tampil sebagai pusat olahraga voli tingkat Asia.
Acara pengundian turut dihadiri sejumlah tokoh penting olahraga nasional dan internasional, di antaranya Presiden Asian Volleyball Confederation Ramon Suzara, Menteri Pemuda dan Olahraga RI Erick Thohir, Presiden PBVSI Imam Sudjarwo, serta Kapolda Kalimantan Barat sekaligus Manajer Jakarta Bhayangkara Presisi Pipit Rismanto.
Dalam hasil drawing, Jakarta Bhayangkara Presisi yang berstatus tuan rumah tergabung di Pool A bersama Al Rayyan Ray, Hyundai Capital Skywalkers, dan Zhaiyk VC. Sementara Pool B dihuni oleh Jakarta Garuda Jaya, Foolad Sirjan Iranian, Nakhonratchasima Qmin C VC, serta perwakilan liga Jepang SV.League.
Baca Juga : Mulai Besok, Pemprov Kalbar Terapkan WFA untuk ASN
Presiden AVC, Ramon Suzara, menegaskan bahwa turnamen ini memiliki arti penting bagi klub-klub peserta karena menjadi jalur menuju kompetisi dunia.
“Dua tim terbaik dari ajang Champions League ini akan mengantongi tiket menuju World Club Championship pada Desember mendatang,” ujarnya.
Dengan status sebagai tuan rumah, Pontianak diharapkan mampu menghadirkan atmosfer pertandingan yang meriah. Antusiasme masyarakat Kalimantan Barat terhadap olahraga voli diyakini akan memberikan dukungan besar bagi klub-klub Indonesia yang bertanding.
Selain menjadi ajang persaingan klub terbaik Asia, penyelenggaraan turnamen ini juga diharapkan membawa dampak positif bagi promosi Kota Pontianak di tingkat internasional, baik dari sisi pariwisata, ekonomi, maupun pengembangan olahraga di daerah.*
