BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak memusatkan peringatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) 2025 di Kecamatan Pontianak Utara. Warga setempat sejak pagi melaksanakan gotong royong di sepanjang Jalan Sungai Selamat, Kelurahan Siantan Hilir, membersihkan lingkungan dan memelihara fasilitas publik.
Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, ikut terjun langsung dengan membersihkan parit dan meninjau progres pemerataan pembangunan di wilayah Pontianak Utara. Ia menegaskan bahwa Pontianak Utara dan Pontianak Timur masih menjadi prioritas percepatan pembangunan, khususnya di sektor infrastruktur.
“Sejak awal, Pak Wali Kota bersama saya berkomitmen melaksanakan pemerataan pembangunan,” ujar Bahasan usai kegiatan gotong royong dan penyerahan bantuan sarana prasarana kepada warga di Aula Kantor Camat Pontianak Utara.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur yang memadai berpengaruh langsung pada keteraturan, kenyamanan, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Dengan pemerataan pembangunan, diharapkan tercipta pula iklim investasi yang lebih baik di wilayah yang sebelumnya tertinggal.
Bahasan menekankan peran masyarakat sangat penting dalam menjaga hasil pembangunan. “Melalui gotong royong, warga ikut merawat dan memanfaatkan hasil pembangunan secara bersama,” tambahnya.

BBGRM juga menjadi sarana menanamkan nilai kebersamaan dan partisipasi warga dalam mendukung pembangunan daerah. Semangat gotong royong dinilai sebagai modal sosial untuk mewujudkan kota yang tertib, inklusif, dan berkelanjutan.
Pemerintah Kota Pontianak secara rutin melaksanakan kegiatan serupa setiap bulan di enam kecamatan, sekaligus memperkuat interaksi langsung antara pemerintah dan masyarakat.
Baca Juga : Dishub Pontianak Tertibkan Jukir Liar di Kawasan Parkir Gratis PSP
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P2KBP3A) Kota Pontianak, Rifka, menjelaskan bantuan sarana prasarana diberikan kepada RW 18, mencakup RT 1 hingga RT 4. Bantuan berupa alat pemotong rumput, sapu, serok, dan tong sampah ini dimanfaatkan secara bersama untuk mendukung kebersihan lingkungan.
Selain melibatkan warga, Dinas P2KBP3A juga mendorong partisipasi anak-anak melalui Forum Anak dan Forum Genre. Anak-anak terlibat aktif dalam kepanitiaan BBGRM agar sejak dini mengenal dan menerapkan nilai gotong royong sebagai budaya yang berkelanjutan.
“Kami ingin anak-anak merasakan langsung nilai gotong royong agar budaya ini dapat diteruskan oleh generasi muda,” tutup Rifka. *
Kominfo/Prokopim
