BERIKABARNEWS l KUBU RAYA – Memasuki masa peralihan menuju musim kemarau, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menjadi perhatian serius. Berdasarkan prakiraan BMKG, musim kemarau tahun ini diprediksi berlangsung lebih panjang dari biasanya.
Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Kubu Raya, Sujiwo, mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Imbauan ini disampaikan saat menghadiri kegiatan Gema Idulfitri 1447 H di Bundaran Gaforaya, Jumat (27/3/2026) malam.
Menurutnya, karhutla bukan sekadar persoalan asap, tetapi dapat menimbulkan dampak luas yang mengganggu berbagai sektor kehidupan masyarakat.
Ia mencontohkan, kabut asap yang ditimbulkan bisa memaksa kegiatan belajar mengajar dihentikan, memicu penyakit pernapasan seperti ISPA, hingga mengganggu aktivitas ekonomi akibat terganggunya transportasi, termasuk penerbangan.
“Tidak ada alasan untuk melakukan pembakaran lahan. Dampaknya sangat besar bagi masyarakat,” tegasnya.
Baca Juga : Waspada Karhutla, Sujiwo Minta OPD Jangan Pasif
Sujiwo juga menekankan bahwa upaya pencegahan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah dan petugas di lapangan. Peran aktif masyarakat menjadi kunci utama untuk mencegah terjadinya karhutla.
Ia mengajak warga cukup berkontribusi dengan tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun. Menurutnya, langkah sederhana tersebut sudah sangat membantu dalam mencegah bencana yang lebih besar.
Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, Kabupaten Kubu Raya diharapkan mampu menghadapi musim kemarau panjang tanpa gangguan kabut asap serta tetap menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan warga.*
