BERIKABARNEWS l – Pernah membayangkan berada langsung di dalam suasana film Natal ala Hallmark? Kini hal itu bukan sekadar imajinasi. Negara bagian Connecticut, Amerika Serikat, resmi meluncurkan Christmas Movie Trail, jalur wisata tematik yang mengajak pengunjung menelusuri lokasi syuting film-film Natal populer.
Meski judul-judul seperti Christmas at Pemberley Manor tak pernah masuk nominasi Oscar, pesonanya justru terletak pada kehangatan cerita dan visual yang ikonik. Connecticut tercatat menjadi lokasi syuting sedikitnya 22 film Natal, dengan latar kota-kota kuno, salju musim dingin, serta rumah-rumah berdekorasi khas liburan.
Wisata Natal Diserbu Penggemar Film
Antusiasme wisatawan terhadap Christmas Movie Trail terbilang tinggi. Program Hallmark Movie Christmas Tour bahkan habis terjual hanya dalam dua pekan. Pesertanya didominasi perempuan yang datang dari berbagai negara bagian, termasuk Carolina Selatan, demi menyaksikan langsung lokasi yang selama ini hanya mereka lihat di layar televisi.
Salah satu titik paling populer adalah Wethersfield, kota bersejarah dengan bangunan abad ke-17 yang menjadi lokasi syuting film Christmas on Honeysuckle Lane. Di sana, wisatawan bisa menikmati santap siang di Heirloom Market, tempat asli yang juga muncul dalam film.
“Rasanya menyenangkan melihat langsung lokasi yang ada di film. Pengalamannya benar-benar terasa nyata,” ujar Abby Rumfelt, salah satu peserta tur.
Rahasia Sukses Film Natal Hallmark
Popularitas film-film Natal ini tak lepas dari unsur kenyamanan dan nostalgia. Berdasarkan data Nielsen, film liburan Hallmark telah menjangkau lebih dari 24 juta penonton musim ini, sementara Lifetime mencatat 23 juta penonton sepanjang tahun lalu.
Penulis buku ’Tis the Season TV, Joanna Wilson, menyebut Hallmark menemukan “tambang emas” sejak 2006 melalui formula sederhana: tokoh utama kembali ke kampung halaman, kisah cinta lama yang bersemi, hingga kehadiran sosok misterius yang identik dengan Natal.
Baca Juga : Viral di Medsos, Rumah di Teluk Air Tawar Jadi Ikon Harmoni Natal
Dampak Ekonomi dan Strategi Branding
Industri film Natal diperkirakan menghasilkan ratusan juta dolar setiap tahun, dengan sekitar 100 film Natal baru dirilis setiap musim oleh jaringan televisi kabel dan platform streaming.
Bagi Connecticut, Christmas Movie Trail bukan sekadar atraksi wisata, melainkan bagian dari strategi rebranding daerah. Kepala pemasaran negara bagian, Anthony M. Anthony, menyebut lokasi syuting film sebagai sarana efektif memperkenalkan komunitas lokal.
“Tidak ada cara yang lebih baik untuk menonjolkan tempat tinggal kami selain menjadikannya latar sebuah film,” ujarnya.
Nostalgia yang Menghangatkan
Meski sempat diwarnai perdebatan soal insentif pajak industri film, minat publik terhadap film Natal tetap tinggi. Bagi Hazel Duncan (83), film-film tersebut menghadirkan kembali kenangan masa muda yang hangat.
“Kami sering berpegangan tangan saat menontonnya. Itu momen kebersamaan yang sederhana dan manis,” tuturnya.
Melalui Christmas Movie Trail, Connecticut membuktikan bahwa film Natal yang sederhana mampu menggerakkan pariwisata, mendongkrak ekonomi, sekaligus menghadirkan kehangatan emosional bagi jutaan penggemarnya.
Sumber :
AP
