Di Balik Serangan AS-Israel ke Iran: Nuklir, Rudal, dan Represi

Warga berjalan melewati bangunan yang terbakar dan rusak parah akibat protes massa di Teheran, Iran, 19 Januari 2026.

BERIKABARNEWS l – Serangan udara besar-besaran yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada akhir Februari 2026 menjadi puncak dari ketegangan panjang yang terus membara. Konflik ini tidak muncul tiba-tiba, melainkan dipicu kombinasi represi domestik, kebuntuan diplomasi nuklir, serta kekhawatiran atas kekuatan rudal dan jaringan proksi Teheran di kawasan.

Berikut rangkaian faktor yang melatarbelakangi pecahnya eskalasi terbuka di Timur Tengah.

Gejolak di Iran bermula dari krisis ekonomi yang memicu demonstrasi massal sejak akhir Desember. Aksi protes memuncak pada 8–9 Januari 2026 dan berubah menjadi gerakan anti-pemerintah berskala nasional.

Lembaga Human Rights Activists News Agency (HRANA) melaporkan lebih dari 7.000 korban jiwa dalam gelombang represi tersebut. Sementara Presiden Donald Trump bahkan menyebut angka kematian bisa mencapai 32.000 orang, mengutip laporan media luar negeri.

Di sisi lain, pemerintah Iran mengakui sekitar 3.000 kematian dan menuding kerusuhan sebagai aksi yang didalangi kekuatan asing. Lebih dari 53.000 orang dilaporkan ditangkap sejak awal tahun, mempertegas sorotan dunia terhadap kondisi hak asasi manusia di negara tersebut.

Ketegangan kian tajam ketika perhatian Washington beralih pada program nuklir Teheran. AS mendesak penghentian total pengayaan uranium, termasuk untuk kepentingan sipil. Iran sendiri diketahui telah memperkaya uranium hingga 60 persen—tingkat yang memicu kekhawatiran Barat.

Dalam pidato kenegaraan, Trump menuduh Iran memiliki ambisi nuklir yang mengancam keamanan global. Perundingan di Jenewa pekan ini pun berakhir tanpa hasil, setelah Washington meminta agar pembahasan juga mencakup rudal balistik dan dukungan Iran terhadap kelompok milisi kawasan.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan program pertahanan negaranya tidak bisa dijadikan bahan tawar-menawar.

Baca Juga : Iran Ancam Balas Serangan AS, Diplomasi Geneva Masih Dibuka

Selain isu nuklir, gudang rudal balistik Iran menjadi perhatian utama. AS dan Israel menilai kemampuan rudal jarak menengah Teheran mampu menjangkau pangkalan militer Barat di kawasan hingga Eropa.

Namun Iran bersikeras bahwa pengembangan rudal adalah bagian dari hak pertahanan diri yang sah dan tidak melanggar hukum internasional.

Operasi militer yang dikenal sebagai Operation Epic Fury juga disebut bertujuan melemahkan jaringan proksi Iran atau “Axis of Resistance”. Jaringan ini mencakup Hezbollah di Lebanon, Hamas di Palestina, serta kelompok Houthi movement di Yaman, selain milisi di Irak dan Suriah.

Trump melalui platform Truth Social menyatakan tidak akan lagi mentoleransi aksi kelompok proksi yang dinilai mengganggu stabilitas kawasan, termasuk serangan terhadap Israel dan jalur pelayaran internasional.

Dengan eskalasi yang terus berkembang, banyak pengamat menilai peta kekuatan Timur Tengah berpotensi berubah drastis. Dunia kini menanti apakah ruang diplomasi masih terbuka, atau konflik akan meluas menjadi perang regional yang lebih besar.*

 

Sumber :

AFP

Zelenskyy Desak AS Segera Kirim Rudal Patriot dan NASAMS

BERIKABARNEWS l KIEV – Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy...

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mendesak Amerika Serikat segera menyetujui pengiriman rudal pertahanan udara Patriot dan NASAMS untuk menghadapi serangan Rusia. (foto: x.com/ZelenskyyUa)

Houthi Klaim Serang Enam Lokasi Strategis di Arab Saudi

BERIKABARNEWS l RIYADH – Kelompok Houthi di Yaman...

serangan kelompok Houthi terhadap fasilitas strategis di Arab Saudi. (Foto: x.com/hehe_samir)

Nvidia Rebut Pasar CPU Intel dan AMD, Modal Pilih Chip Vera

BERIKABARNEWS l – Nvidia mulai memperluas persaingan di...

Chip CPU Nvidia Vera untuk mendukung pemrosesan kecerdasan buatan (AI). (Foto: NVIDIA)

Kerusuhan di Prancis, 1.200 Demonstran Ditangkap

BERIKABARNEWS l PARIS – Unjuk rasa menentang lonjakan...

Kerusuhan di Prancis saat demonstrasi menentang kenaikan biaya hidup di Paris. (Foto: x.com/shafeKoreshe)

Kabut Asap Lintas Negara, Timor Leste Liburkan Sekolah

BERIKABARNEWS l – Kabut asap akibat kebakaran hutan...

Kabut asap akibat karhutla Indonesia menyebabkan polusi udara di Dili, Timor Leste, hingga pemerintah meliburkan sekolah selama tiga hari. (Foto: x.com/NaraSenyap)

Drone Ukraina Serang Pusat Data Terbesar Rusia, AI Terancam

BERIKABARNEWS l MOSKOW – Serangan drone Ukraina menghantam...

Serangan drone Ukraina terhadap pusat data Sberbank di Balakovo, Rusia, yang menjadi bagian penting dalam pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) Moskow. (foto: x.com/gollge)

berita terkini