BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Gerimis yang membasahi sudut Kota Pontianak seolah terhenti di depan pintu masuk CW Coffee Hijas. Di dalam, suasana justru hangat dan penuh energi. Tawa, tepuk tangan, serta ide-ide kreatif dari berbagai komunitas menyatu dalam gelaran Community Meet Up: Hub Aktivasi CW Coffee dan Komunitas, yang berlangsung pada April 2026.
Lebih dari 25 perwakilan komunitas lintas disiplin hadir dalam kegiatan ini. Mereka berbaur tanpa sekat bersama jajaran manajemen CW Coffee, mulai dari divisi HD hingga operasional. Diskusi berlangsung santai, mengalir, dan setara, menciptakan ruang kolaborasi yang inklusif.
CW Coffee tidak sekadar menjadi tempat menikmati kopi. Berangkat dari warung internet sederhana, kini brand ini memposisikan diri sebagai hub atau titik temu bagi berbagai komunitas untuk tumbuh bersama.
Strategic Advisor CW Group, Wahyu Rizfi Aulia, yang hadir mewakili founder Ruby Firman, mengungkapkan filosofi di balik operasional 24 jam CW Coffee.
“Ini adalah love language kami. Salah satunya quality time, karena itu kami hadir 24 jam untuk siapa saja yang ingin berkegiatan dan berkolaborasi,” ujarnya.
Ia menegaskan, CW Coffee dibangun dengan semangat gotong royong dan siap menjadi akselerator bagi komunitas lokal agar dapat berkembang hingga tingkat nasional.
Pesan dari Ruby Firman juga menjadi penguat semangat dalam acara tersebut. Ia mengingatkan pentingnya menghadapi tantangan dalam proses bertumbuh.
“Jangan alergi dengan hal-hal sulit. Jangan menjadi pecandu kemudahan, karena sesuatu yang mudah tidak selalu bernilai besar,” pesannya.
Baca Juga : Mont Blanc dan Sore yang Tenang di Lokanoa Pontianak
Kegiatan ini menjadi ruang terbuka bagi komunitas untuk menyampaikan gagasan dan kebutuhan mereka. Surya dari Remote Worker Pontianak menyoroti pentingnya ruang diskusi yang nyaman dan terjangkau bagi pekerja digital.
Suasana sempat haru saat Dwi Sastakanaya menceritakan pengalamannya mendampingi anak-anak marginal di kawasan Batu Layang melalui komunitas “Aku Belajar”.
“Anak-anak selalu senang membawa goodie bag kecil berlogo CW Coffee setiap kali belajar,” tuturnya.

Berbagai ide besar juga mencuat dalam forum ini. Haris dari Aliansi Wibu Pontianak (AWP) mengungkapkan rencana festival budaya pop Jepang lintas negara pada 2027. Sementara Andra dari 48 Fans Pontianak berharap kolaborasi dapat menghadirkan kembali JKT48 ke Pontianak.
Tak hanya itu, gagasan lain juga datang dari berbagai komunitas, mulai dari literasi perempuan, event K-Pop, hingga rencana kegiatan lari amal pada Mei 2026.
Menanggapi banyaknya ide, pihak manajemen CW Coffee memperkenalkan langkah konkret dengan meluncurkan portal pengajuan proposal digital.
Baca Juga : Meriah! Jhon LBF hingga Daud Jordan Adu Strategi di Kejurprov Domino Kalbar 2026
Hudara, perwakilan manajemen, menjelaskan bahwa sistem ini bertujuan memangkas birokrasi dan mempermudah akses kolaborasi.
“Ini langkah nyata kami untuk lebih dekat dengan komunitas. Proposal akan kami respons maksimal dalam 15 hari kerja,” jelasnya.
Inovasi ini disambut positif oleh komunitas seperti Stand Up Indo Pontianak dan Ketawa Ketiwi Club Singkawang yang selama ini menghadapi tantangan dalam menjangkau sponsor.
Menjelang penutupan, suasana emosional terasa saat lagu “Sahabat Sejati” dari Sheila On 7 diputar. Para perwakilan komunitas menerima bingkisan apresiasi atas kolaborasi sepanjang 2025.
Acara ditutup dengan semangat kebersamaan. Seluruh peserta serempak menyerukan, “CW Coffee, Terus Melangkah!”
Komitmen CW Coffee semakin jelas: bukan sekadar bisnis, melainkan ruang tumbuh bersama bagi komunitas. Di tempat ini, setiap cangkir kopi bukan hanya minuman, tetapi juga cerita, koneksi, dan kolaborasi. (ndo)
