Dalam 7 Bulan, Sarawak Tahan 9500 Orang Kasus Narkoba

Menteri Kesejahteraan Wanita, Kanak-kanak dan Kesejahteraan Komunitas Sarawak Datuk Seri Fatimah Abdullah saat rapat bersama delegasi DPPM di Kuching. (Foto: Suara Sarawak)

BERIKABARNEWS l KUCHING – Sebanyak 9.554 orang ditahan aparat penegak hukum di Sarawak, Malaysia, dalam 7.070 operasi antinarkoba sepanjang Januari hingga Juli 2026. Dari ribuan operasi tersebut, petugas menyita narkotika dan zat terlarang dengan nilai mencapai RM50,1 juta.

Menteri Kesejahteraan Wanita, Kanak-kanak dan Kesejahteraan Komunitas Sarawak, Datuk Seri Fatimah Abdullah, mengatakan operasi antinarkoba tersebut melibatkan Jabatan Siasatan Jenayah Narkotik (JSJN), Jabatan Kastam Diraja Malaysia (JKDM), dan Agensi Antidadah Kebangsaan (AADK) Sarawak.

Dari total 9.554 orang yang ditahan, sebanyak 456 orang diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkoba. Sebanyak 1.760 orang lainnya ditangkap karena kepemilikan narkoba dan zat terlarang.

Sementara itu, 7.338 orang dinyatakan positif mengonsumsi narkoba berdasarkan hasil tes urine.

Dalam periode yang sama, JSJN dan JKDM menyita 1.376,2 kilogram narkotika dalam bentuk mampat serta 6.376 butir pil terlarang.

Baca Juga : 59 WNI Dideportasi dari Sarawak, KJRI Kuching Fasilitasi Pemulangan

Nilai seluruh barang bukti tersebut mencapai RM50.105.805,23. Penyitaan diperkirakan menggagalkan hingga 1,96 juta kali potensi penggunaan zat terlarang dan menyelamatkan sekitar 245.866 orang dari ancaman penyalahgunaan narkoba selama satu bulan.

Fatimah menyampaikan data tersebut setelah menerima kunjungan kehormatan Malaysian Drug Policy Programme (DPPM) di Kuching. Pertemuan itu turut dihadiri Direktur DPPM Palani Narayanan, Penasihat DPPM Sanjeet Deo, serta sejumlah pejabat terkait.

Berdasarkan data kepolisian, Kuching menjadi wilayah dengan jumlah penangkapan tertinggi di Sarawak dengan 2.541 orang. Selanjutnya Bintulu 1.101 orang, Miri 1.068 orang, Sibu 948 orang, dan Samarahan 422 orang.

Baca Juga : Akses Sarawak-Kalbar Bakal Makin Mudah, ICQS Serikin Rampung 2027

Selain penindakan terhadap jaringan pengedar, Pemerintah Sarawak juga memperkuat upaya pengobatan dan rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkoba.

Program tersebut dijalankan melalui One-Stop Committee on Dealing with Drug and Substance Issues (OSC MIDS). Langkah ini ditujukan agar individu yang terjerat narkoba mendapat perawatan dan tidak kembali menggunakan zat terlarang.

Hingga 31 Juli 2026, tercatat 4.690 orang di Sarawak sedang menjalani program pengobatan dan rehabilitasi.*

Lewat Tebedu–Entikong, 49 WNI Dideportasi dari Sarawak

BERIKABARNEWS l SERIAN – Sebanyak 49 warga negara...

Proses pemulangan 49 WNI yang dideportasi dari Sarawak melalui perbatasan Tebedu–Entikong, Kalimantan Barat. (Foto: JIM Sarawak)

Penyelundupan Rokok ke Indonesia Digagalkan di Serikin

BERIKABARNEWS l SERIKIN – Tentara Darat Malaysia (TDM)...

Tentara Darat Malaysia menyita ribuan slop rokok merek ERA dan mobil Isuzu D-Max dalam operasi pencegahan penyelundupan di Serikin. (Foto: Divisyen Pertama Infantri Malaysia)

Operasi Imigrasi di Sarawak, 29 WNI Ditangkap

BERIKABARNEWS l KUCHING – Sebanyak 29 warga negara...

Jabatan Imigresen Malaysia (JIM) Sarawak mengamankan 29 WNI dan satu warga negara Thailand dalam operasi penertiban keimigrasian di Kuching dan Lundu pada 12–13 Oktober 2026. (Foto: JIM Sarawak)

JIM Sarawak Pindahkan 59 WNI dari Semuja ke Perbatasan Tebedu

BERIKABARNEWS l SERIAN – Jabatan Imigresen Malaysia (JIM)...

JIM Sarawak mengawal 59 WNI dari Depo Imigrasi Semuja menuju ICQS Tebedu untuk proses pemulangan ke Indonesia. (Foto: JIM Sarawak)

75 WNI Ditangkap Imigrasi Malaysia dalam Operasi di Kuching

BERIKABARNEWS l KUCHING – Sebanyak 75 Warga Negara...

Petugas JIM Sarawak melakukan pemeriksaan terhadap WNI dalam operasi imigrasi di Kuching, Malaysia. (Foto: JIM Sarawak)

Sarawak Buka Kantor Perdagangan dan Pariwisata di Pontianak

BERIKABARNEWS l KUCHING – Pemerintah Negeri Sarawak akan...

Deputi Premier Sarawak Datuk Amar Awang Tengah Ali Hasan menyampaikan rencana pembukaan kantor perdagangan dan pariwisata Sarawak di Pontianak. (Foto: Istimewa)

berita terkini