BERIKABARNEWS l SIMUNJAN – Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak membawa semangat konservasi dari Kalimantan Barat (Kalbar) ke Sarawak, Malaysia. Sebanyak 100 bibit engkabang jantong (Shorea macrophylla) atau tengkawang ditanam di kawasan Hutan Simpan Sabal, Simunjan, Sarawak.
Penanaman tersebut menjadi bagian dari kolaborasi antara Kalbar dan Sarawak dalam mendorong konservasi serta pemulihan ekosistem hutan secara berkelanjutan.
Kegiatan ini berlangsung saat kunjungan lapangan delegasi Fakultas Kehutanan Untan ke Hutan Simpan Sabal. Rombongan berjumlah 50 orang yang terdiri dari dosen, peneliti, dan mahasiswa pascasarjana.
Dalam kegiatan tersebut, delegasi Untan turut didampingi akademisi dari Universiti Teknologi MARA (UiTM) Cawangan Sarawak.
Baca Juga : Akhirnya Hadir di Sarawak, IKEA Buka Toko Pertama di Kuching
Penanaman 100 bibit engkabang jantong menjadi salah satu kegiatan utama dalam kunjungan Untan ke Sarawak.
Jenis pohon tersebut ditanam sebagai bagian dari upaya pengayaan jenis pohon lokal sekaligus mendukung program restorasi hutan di kawasan Hutan Simpan Sabal.
Jabatan Hutan Sarawak (JHS) menyampaikan bahwa kunjungan tersebut juga menjadi wadah pertukaran pengetahuan dan pengalaman di bidang kehutanan antara kedua pihak.
Materi yang dibahas mencakup pemulihan dan restorasi hutan, perlindungan spesies tanaman lokal, serta pemanfaatan sumber daya hutan secara terukur.
Delegasi Untan juga mendapatkan pemaparan mengenai pengelolaan Hutan Simpan Sabal dan program pemulihan ekosistem yang sedang berjalan. Rombongan kemudian meninjau fasilitas persemaian bibit (nursery) serta area percontohan restorasi hutan.
Selain melakukan penanaman, peneliti Untan turut membagikan pengetahuan mengenai pemanfaatan hasil hutan bukan kayu kepada masyarakat lokal Sabal.
Salah satunya melalui demonstrasi pembuatan sabun berbahan dasar minyak dari buah engkabang atau tengkawang. Kegiatan tersebut dilakukan bersama warga setempat.
Baca Juga : Mahasiswa Polnep Kunjungi Proyek Transportasi Masa Depan di Kuching
Pemanfaatan buah engkabang menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi hasil hutan yang dapat dikembangkan dengan tetap memperhatikan prinsip keberlanjutan.
Kegiatan tersebut juga membuka peluang pengembangan kerja sama penelitian antara Untan, UiTM, dan Jabatan Hutan Sarawak.
Kepala Divisi Restorasi dan Hutan Tanaman Jabatan Hutan Sarawak, Zarina Shebli, bersama jajaran pejabat dan staf teknis JHS turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Kolaborasi yang melibatkan akademisi dan institusi kehutanan dari Kalbar dan Sarawak ini diharapkan dapat memperkuat upaya konservasi dan restorasi hutan.
Melalui penanaman 100 bibit engkabang jantong, pertukaran pengetahuan, serta peluang riset bersama, kerja sama lintas batas tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan ekosistem hutan di kawasan Kalimantan dan Sarawak.*
