BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Upaya menghadirkan layanan pemasyarakatan yang lebih humanis terus diperkuat di Kalimantan Barat. Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Mashudi meresmikan lima fasilitas Dapur Sehat di lingkungan Kanwil Ditjenpas Kalimantan Barat, Senin (2/3/2026).
Peresmian ini menjadi bagian dari transformasi besar dalam sistem pemasyarakatan, khususnya dalam memastikan hak dasar Warga Binaan tetap terpenuhi selama menjalani masa pidana. Ketersediaan makanan yang sehat, higienis, dan bergizi dinilai sebagai elemen penting dalam proses pembinaan yang bermartabat.
Lima Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang kini telah mengoperasikan Dapur Sehat yakni Lapas Kelas IIA Pontianak, Lapas Kelas IIB Singkawang, Rutan Kelas IIA Pontianak, Rutan Kelas IIB Sambas, serta Rutan Kelas IIB Landak. Kehadiran fasilitas ini diharapkan menjadi standar baru dalam pengelolaan dapur di lingkungan lapas dan rutan.
Program Dapur Sehat sendiri merupakan bagian dari 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang menitikberatkan pada penguatan layanan dasar, peningkatan profesionalisme petugas, dan optimalisasi pembinaan secara berkelanjutan.
Dengan dapur yang lebih modern dan tertata, proses pengolahan makanan dapat dilakukan sesuai standar kebersihan dan pengukuran gizi yang jelas.
Baca Juga : Gubernur Ria Norsan Dampingi Dua Menteri Tinjau Penataan Kawasan Kumuh Parit Baru
Dapur Sehat, Bukan Sekadar Fasilitas Memasak
Kepala Kanwil Ditjenpas Kalbar, Jayanta, menegaskan bahwa pemasyarakatan modern harus berorientasi pada nilai kemanusiaan. Menurutnya, kualitas hidup Warga Binaan tetap menjadi perhatian utama meskipun mereka sedang menjalani hukuman.
Melalui Dapur Sehat, pihaknya ingin memastikan kebutuhan dasar terpenuhi secara optimal. Ia menyebut fasilitas ini bukan sekadar ruang memasak, melainkan simbol komitmen menghadirkan layanan yang lebih profesional dan berdampak nyata.
Senada dengan itu, Mashudi menekankan bahwa wajah pemasyarakatan dapat dilihat dari bagaimana institusi mengelola kebutuhan pangan para Warga Binaan. Standar kebersihan yang tinggi, kualitas bahan makanan yang terjaga, serta penyajian sesuai kebutuhan gizi menjadi indikator penting dalam pembinaan yang bermartabat.
Ia berharap UPT lain di Kalimantan Barat yang belum memiliki fasilitas serupa dapat segera menyusul, sehingga pemerataan standar pelayanan dapat terwujud di seluruh wilayah.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, jajaran pemasyarakatan juga menyalurkan 25 paket bantuan sosial kepada panti asuhan di Kota Pontianak. Aksi sosial ini menjadi wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial institusi kepada masyarakat sekitar.
Dengan hadirnya lima Dapur Sehat ini, Kanwil Ditjenpas Kalimantan Barat menunjukkan langkah konkret dalam membangun sistem pemasyarakatan yang profesional, berintegritas, serta berorientasi pada nilai kemanusiaan.*
Sumber :
Pemasyarakatan Kalbar
