Dolar AS Melemah, Spekulasi Suku Bunga The Fed Kembali Jadi Sorotan

Ilustrasi- Dolar AS melemah di tengah spekulasi arah suku bunga The Fed.

BERIKABARNEWS l WASHINGTON – Dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada perdagangan Jumat setelah data penjualan ritel Juli turun lebih dalam dari perkiraan. Kondisi ini kembali memunculkan spekulasi mengenai arah kebijakan suku bunga Federal Reserve atau The Fed.

Penjualan ritel AS tercatat turun 0,6 persen pada Juli, berbalik dari kenaikan 0,2 persen pada Juni. Penurunan tersebut jauh di bawah perkiraan ekonom yang disurvei Reuters yang sebelumnya memproyeksikan pertumbuhan 0,1 persen.

Direktur Perdagangan Monex USA di Washington, Juan Perez, menilai pelemahan penjualan ritel menjadi sinyal perlambatan ekonomi AS.

“Ini membuktikan secara jelas bahwa sedang terjadi perlambatan ekonomi di Amerika Serikat,” ujar Perez.

Data inflasi konsumen dan produsen yang melambat sepanjang pekan ini turut memperkuat ekspektasi pasar bahwa The Fed belum akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.

Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan The Fed 15-16 September hanya 31 persen. Sementara peluang kenaikan pada Desember mencapai 69 persen.

Kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi AS semakin meningkat setelah data ketenagakerjaan Juli menunjukkan pemutusan hubungan kerja yang tidak terduga.

Baca Juga : Gempa M 7,4 Guncang Kolombia, Warga Bogota Panik Berhamburan

Tekanan terhadap dolar AS tercermin dari indeks dolar (DXY) yang turun 0,25 persen menjadi 99,67.

Sebaliknya, euro menguat 0,32 persen ke US$1,1564. Mata uang Eropa tersebut sempat menyentuh US$1,1585, level tertinggi sejak 17 Juni.

Poundsterling juga naik 0,33 persen menjadi US$1,353 setelah mencapai US$1,3561. Posisi tersebut merupakan level tertinggi sejak 12 Mei.

Sementara itu, yen Jepang menguat tipis 0,08 persen ke level 159,37 per dolar AS.

Pergerakan mata uang juga dipengaruhi perkembangan geopolitik, terutama konflik AS-Iran dan ketegangan di Selat Hormuz. Harga minyak mentah turut meningkat setelah kembali terjadi serangan terhadap kapal tanker dan hubungan AS dengan Iran semakin memanas.

Baca Juga : Penembakan Massal Terburuk Thailand Sejak 2022, Pelaku Berusia 14 Tahun

Meski menguat pada perdagangan terakhir, yen masih melemah sekitar 1 persen dalam sepekan. Efek intervensi pasar gabungan AS dan Jepang juga dinilai mulai berkurang.

Level 160 yen per dolar AS menjadi perhatian pelaku pasar karena dapat memicu intervensi baru pemerintah Jepang.

Reuters melaporkan Bank of Japan (BOJ) berpotensi menaikkan suku bunga acuan paling cepat pada September dengan pendekatan yang lebih agresif.

Sejak mengakhiri kebijakan stimulus besar-besaran pada 2024, BOJ telah beberapa kali menaikkan suku bunga. Pada Juni lalu, suku bunga acuan mencapai 1 persen, level tertinggi dalam 31 tahun.

Analis Bank of America yang dipimpin Ralf Preusser menyebut sentimen negatif terhadap yen telah mencapai level terburuk dalam empat tahun.

Riset tersebut menunjukkan mayoritas manajer investasi menilai suku bunga BOJ perlu dinaikkan hingga 2 persen. Target itu diperkirakan membutuhkan sekitar empat kali kenaikan sebesar 25 basis poin untuk membantu menstabilkan nilai tukar yen secara berkelanjutan.*

 

Sumber :

Reuters

Ledakan di Athena Tewaskan Enam Orang, Empat Wisatawan AS

BERIKABARNEWS l ATHENA – Ledakan hebat mengguncang sebuah...

Tim penyelamat mencari korban ledakan bangunan di Athena. (Foto: x.com/WW3Watchtower)

Zelenskyy Ungkap Trump Setujui Produksi Rudal Patriot di Ukraina

BERIKABARNEWS l KYIV – Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy...

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengungkap persetujuan Trump terkait produksi rudal Patriot di Ukraina. (foto: x.com/ZelenskyyUa)

Iran Ancam Perluas Front Perang, Samudra Hindia Jadi Sasaran Berikutnya

BERIKABARNEWS l TEHERAN – Iran mengancam memperluas front...

Yahya Rahim Safavi, penasihat militer Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei, yang mengancam perluasan konflik hingga Samudra Hindia. (Foto: x.com/REDSOCIALCODI)

Riyadh Diserang Rudal Houthi, AS Keluarkan Peringatan Eskalasi

BERIKABARNEWS l RIYADH – Amerika Serikat mengeluarkan peringatan...

Kepulan asap terlihat setelah serangan rudal dan drone menyasar wilayah Riyadh, Arab Saudi. (Foto: x.com/theinformant_x)

Bom Mobil Meledak di Masjid Pakistan, 21 Tewas dan 80 Luka

BERIKABARNEWS l KOHAT – Sedikitnya 21 orang tewas...

Ledakan bom mobil di masjid dekat kompleks markas kepolisian di Distrik Kohat, Pakistan, menewaskan sedikitnya 21 orang dan melukai 80 lainnya. (Foto: x.com/War_crazy44)

Bencana Nepal-Cina: 1446 Orang Tewas, 6669 Masih Hilang

BERIKABARNEWS l KATMANDU – Bencana banjir bandang dan...

Tim SAR mencari korban bencana banjir bandang dan runtuhnya gunung es di perbatasan Nepal-Cina. (Foto: x.com/Scary_peeps)

berita terkini