BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mendorong masjid mengambil peran lebih luas sebagai penggerak ekonomi umat selain menjalankan fungsi utamanya sebagai tempat ibadah. Menurutnya, potensi besar yang dimiliki masjid perlu dioptimalkan untuk mendukung pemberdayaan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Edi saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) DMI Kota Pontianak Tahun 2026 di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak, Jumat (24/7/2026).
Edi mengatakan, DMI Kota Pontianak telah memiliki kepengurusan hingga tingkat kecamatan yang aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan. Namun, fungsi masjid sebagai pusat pembinaan umat, pendidikan, sosial, dan penguatan ekonomi dinilai masih perlu ditingkatkan.
“Harapan kita, masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga tempat pembinaan umat, ekonomi, dan lain sebagainya. Ini memang masih belum optimal kita rasakan,” ujarnya.
Baca Juga : Satgas Ketahanan Pangan Pontianak Pastikan Stok Pangan Aman, Distribusi Berjalan Lancar
Edi yang juga menjabat Wali Kota Pontianak mengungkapkan, Kota Pontianak memiliki 347 masjid dan hampir 600 musala. Jumlah tersebut menjadi modal besar untuk membangun kemandirian ekonomi umat apabila dikelola melalui program-program yang inovatif dan berkelanjutan.
Menurutnya, masjid memiliki potensi menghimpun dan mengelola dana umat secara produktif. Karena itu, DMI diharapkan mampu membangun sinergi dengan lembaga keuangan syariah dan berbagai pihak agar potensi tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal.
“Potensi ekonomi di masjid itu sebenarnya sangat besar. Kalau ini kita koordinir dan kembangkan, bisa menjadi kekuatan umat Islam, terutama dalam pemberdayaan ekonomi,” katanya.

Selain mendorong pemberdayaan ekonomi, Edi juga menekankan pentingnya meningkatkan kualitas pelayanan masjid kepada masyarakat, termasuk melalui peningkatan kapasitas imam, takmir, dan pengurus masjid.
Ia turut menyoroti masih adanya persoalan administrasi terkait sertifikasi lahan masjid dan tanah wakaf yang perlu segera diselesaikan agar tidak menimbulkan masalah hukum di masa mendatang.
Baca Juga : Pemkot Pontianak Tambah Armada dan Kontainer Sampah
Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Kota Pontianak setiap tahun mengalokasikan dana hibah sekitar Rp2 miliar hingga Rp2,5 miliar untuk pembangunan dan rehabilitasi masjid. Di samping itu, Pemkot juga mulai memberi perhatian pada pembangunan fisik madrasah tradisional guna memperkuat kualitas sumber daya manusia.
“Kita sekarang juga fokus menangani madrasah-madrasah secara fisik, karena madrasah sangat penting untuk SDM masyarakat,” ungkapnya.
Edi berharap Musda DMI Kota Pontianak menjadi wadah untuk menyusun program kerja yang lebih implementatif sekaligus mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masjid di setiap kecamatan.
Ia juga berharap DMI Kota Pontianak mampu menghadirkan program yang kreatif dan berdampak nyata sehingga dapat menjadi contoh bagi DMI di kabupaten dan kota lain.
“DMI Kota harus berusaha membuat program yang implementatif, kreatif, dan memberi dampak positif, terutama bagi perekonomian umat dan jamaah,” pungkasnya.*
