BERIKABARNEWS l SEOUL – Sineas asal Denmark, Fredrik Schöllberg, memperkenalkan film terbarunya berjudul Hana Korea dalam pemutaran pers di CGV Yongsan I’Park Mall, Seoul, Jumat (26/6/2026). Film yang sebelumnya meraih Audience Award di Busan International Film Festival ini hadir bukan sekadar drama, melainkan karya yang lahir dari riset mendalam selama lima tahun tentang kehidupan para pembelot Korea Utara.
Dalam proses produksinya, Schöllberg melakukan wawancara intensif dengan puluhan pembelot Korea Utara untuk menggali pengalaman hidup mereka secara lebih personal. Dari proses inilah terbentuk narasi emosional yang menjadi fondasi utama dalam Hana Korea.
Bagi Schöllberg, Hana Korea bukan hanya menggambarkan konflik politik di Semenanjung Korea, tetapi lebih pada sisi kemanusiaan dari para pembelot yang harus memulai hidup dari nol di lingkungan baru yang asing.
Ia menilai, keberanian untuk bangkit dan membangun kehidupan baru merupakan nilai universal yang relevan bagi masyarakat modern saat ini.
“Saya ingin menyampaikan melalui kisah para pembelot Korea Utara bahwa keberanian untuk memulai kembali di tempat baru adalah nilai yang bermakna bagi orang-orang yang hidup di masa modern saat ini,” ujarnya.
Ia juga berharap film ini dapat menjadi refleksi bagi penonton global tentang arti kebebasan dan pengorbanan besar yang sering kali menyertainya.
Baca Juga : MV CHEER UP TWICE Tembus 600 Juta Views, Bukti Popularitas Tak Pernah Pudar
Dalam proses penulisan naskah, Schöllberg bekerja sama dengan Choi Seong-jae, penerjemah yang dikenal kerap berkolaborasi dengan sutradara Bong Joon-ho.
Keduanya sepakat untuk tidak menjadikan kisah para pembelot Korea Utara sebagai tontonan dramatis semata. Sebaliknya, mereka berupaya menghadirkan narasi yang lebih manusiawi dan mampu membangun empati penonton.
“Cerita tentang pembelot Korea Utara sering kali dikonsumsi sebagai tontonan saja. Kami ingin menghadirkan kisah yang membuat orang bisa memahami pergulatan emosional mereka,” ujar Choi.
Salah satu temuan penting dari riset lima tahun tersebut adalah bahwa tantangan terbesar para pembelot justru muncul setelah lima tahun mereka menetap. Ketika kondisi ekonomi mulai stabil, beban psikologis seperti kesepian, isolasi, hingga rasa bersalah karena meninggalkan keluarga di Korea Utara justru semakin kuat.
Aspek inilah yang menjadi inti emosional dari Hana Korea.
Baca Juga : BTS Pecahkan Rekor! 10 Lagu ARIRANG Masuk Billboard Hot 100
Kekuatan film ini turut diperkuat oleh jajaran aktris papan atas Korea Selatan, di antaranya Kim Min-ha yang dikenal lewat serial Pachinko, Kim Ju-ryeong dari Squid Game, serta Ahn Seo-hyun yang sebelumnya membintangi film Okja.
Kim Min-ha yang memerankan tokoh utama Hye-sun menjalani persiapan intensif, termasuk mempelajari dialek khusus wilayah Yanggang serta mendapat pendampingan langsung selama proses syuting.
Schöllberg mengaku terkesan dengan chemistry para pemeran yang terbentuk secara alami di lokasi syuting, tanpa banyak diskusi panjang sebelumnya.
Film Hana Korea dijadwalkan tayang secara internasional, termasuk di Denmark pada Agustus mendatang. Dengan pendekatan riset yang mendalam dan sentuhan artistik yang kuat, film ini diharapkan menjadi pengingat bahwa di balik setiap statistik pembelot, terdapat kisah manusia tentang ketabahan dan harga sebuah kebebasan.*
Sumber :
News1
