BERIKABARNEWS l SINGKAWANG – Memasuki hari kelima penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tim gabungan masih menemukan titik api kecil dan kepulan asap di sejumlah lokasi di Jalan Senen, RT 005/RW 003, Kelurahan Sungai Rasau, Kecamatan Singkawang Utara, Kota Singkawang, Selasa (25/8/2026).
Tim gabungan dari unsur TNI-Polri, instansi pemerintah, dan masyarakat terus melakukan pemadaman serta pendinginan untuk memastikan seluruh bara api di kawasan tersebut benar-benar padam.
Kobaran api utama sebelumnya berhasil dijinakkan setelah empat hari pemadaman intensif. Namun, karakteristik tanah gambut membuat petugas tetap melakukan penyisiran dan pembasahan secara berkala karena bara api dapat tersimpan di dalam tanah dan berpotensi memicu kebakaran kembali.
Baca Juga : 30 Personel Brimob Polda Bali Tiba, Perkuat Penanganan Karhutla Kayong Utara
Kebakaran di kawasan Sungai Rasau diperkirakan telah menghanguskan sekitar 13,5 hektare lahan gambut dan perkebunan warga.
Lahan yang terdampak meliputi perkebunan kelapa sawit, karet, dan rambutan. Selain itu, api juga membakar lahan terbuka yang ditumbuhi ilalang, pakis, serta semak belukar kering.
Dalam penanganan karhutla Singkawang, petugas melakukan penyemprotan langsung ke titik api, pembasahan tanah gambut, hingga penyisiran lokasi yang masih mengeluarkan asap.
Operasi pemadaman didukung mesin pompa air portable dan mobil pemadam kebakaran. Petugas memanfaatkan sumber air yang berada sekitar 50 hingga 200 meter dari lokasi kebakaran.
Tim gabungan yang terlibat dalam penanganan terdiri atas Polres Singkawang, Polsek Singkawang Utara, Sat Brimob, Brigif 19/Khatulistiwa, Koramil, BPBD, Damkar Satpol PP, Manggala Agni, serta Masyarakat Peduli Api (MPA).
Baca Juga : Hotspot Muncul di Simpang Hilir Kayong Utara, Polisi Kerahkan Water Bombing
Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Kondisi cuaca panas di tengah musim kemarau diduga turut mempercepat penyebaran api pada vegetasi yang mengering.
Polres Singkawang memastikan operasi penanggulangan karhutla di Sungai Rasau akan terus dilakukan hingga seluruh titik panas dan bara api benar-benar padam serta kawasan tersebut dinyatakan aman.
Masyarakat juga diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar. Warga diminta segera melapor kepada petugas terdekat apabila melihat titik api atau kepulan asap di kawasan hutan dan lahan.*
