Indonesia–AS Sepakati Tarif Nol Persen untuk Ribuan Produk Unggulan

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat menandatangani Agreement on Reciprocal Trade di Washington DC.

BERIKABARNEWS l WASHINGTON DC – Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat resmi menyepakati penurunan tarif hingga nol persen untuk ribuan produk unggulan Indonesia. Kesepakatan strategis tersebut tertuang dalam dokumen Agreement on Reciprocal Trade (ART), yang menjadi tonggak baru kerja sama perdagangan kedua negara.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa perjanjian ini mencakup 1.819 pos tarif, mulai dari sektor pertanian hingga industri teknologi tinggi.

Berbagai komoditas andalan Indonesia kini berpeluang menembus pasar Amerika Serikat tanpa beban bea masuk. Di sektor perkebunan dan pangan, produk seperti minyak sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, dan karet mendapat fasilitas tarif nol persen.

Sementara di sektor manufaktur, komponen elektronik, semikonduktor, hingga komponen pesawat terbang turut masuk dalam skema tersebut.

Khusus industri tekstil dan apparel, Amerika Serikat memberikan perlakuan melalui mekanisme Tariff Rate Quota (TRQ). Kebijakan ini dinilai menjadi angin segar bagi industri padat karya di Indonesia.

Menurut Airlangga, kebijakan tersebut memberikan manfaat langsung bagi sekitar empat juta pekerja di sektor tekstil. Jika dihitung bersama keluarga mereka, dampaknya menjangkau sekitar 20 juta masyarakat Indonesia.

Sebagai bagian dari kerja sama timbal balik, Indonesia juga memberikan fasilitas serupa untuk produk utama asal Amerika Serikat, seperti gandum dan kedelai. Kebijakan ini dirancang agar berdampak langsung pada stabilitas harga pangan dalam negeri.

Dengan tarif nol persen untuk bahan baku impor tersebut, biaya produksi pangan olahan seperti mi instan, tahu, dan tempe diharapkan tetap terjaga sehingga tidak membebani masyarakat.

Baca Juga : Ekspor Tekstil Indonesia Kini Bebas Tarif ke AS

Airlangga menegaskan, perjanjian ART berbeda dari sejumlah kesepakatan dagang Amerika Serikat dengan negara lain karena fokusnya murni pada sektor ekonomi dan perdagangan. Pasal-pasal non-ekonomi tidak dimasukkan dalam kesepakatan ini.

Selain itu, kedua negara juga sepakat untuk tidak mengenakan bea masuk pada transaksi elektronik, sejalan dengan ketentuan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), dengan tetap mengedepankan perlindungan data konsumen serta regulasi nasional masing-masing negara.

Perjanjian ini akan mulai berlaku efektif 90 hari setelah proses hukum dan konsultasi dengan DPR RI selesai.

Pemerintah optimistis, momentum ini menjadi langkah strategis menuju visi Indonesia Emas sekaligus memperkuat kemitraan ekonomi jangka panjang antara Indonesia dan Amerika Serikat.*

 

Sumber :

BPMI Setpres

Bantuan Pangan hingga Diskon Transportasi, Ini Isi Stimulus Ekonomi 2026

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Pemerintah Indonesia resmi meluncurkan...

Ilustrasi penyaluran bantuan pangan berupa beras kepada masyarakat penerima manfaat dalam program stimulus ekonomi 2026.

Indonesia Tetap Masuk Emerging Market MSCI, Transparansi Pasar Jadi Sorotan

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Indonesia dipastikan tetap berada...

Airlangga Hartarto menyampaikan tanggapan pemerintah terkait laporan MSCI tentang status emerging market Indonesia.

Antisipasi Gejolak Global, Bank Indonesia Naikkan BI-Rate Jadi 5,75 Persen

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Bank Indonesia (BI) memutuskan...

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo terkait keputusan kenaikan BI-Rate.

Jutaan UMKM Terbebani Kredit Macet, Pemerintah dan DPR Siapkan Solusi

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Jutaan pelaku Usaha Mikro,...

Pelaku UMKM melakukan aktivitas usaha di tengah upaya pemerintah dan DPR menyiapkan solusi kredit macet UMKM melalui revisi UU P2SK.

Kebijakan BI Rate dan SRBI Dikritik, Dinilai Hanya Taktik Tahan Arus Modal

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Kebijakan Bank Indonesia (BI)...

Kebijakan Bank Indonesia melalui BI Rate dan SRBI dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan pasar.

Pemerintah Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 6,5 Persen pada 2027

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Pemerintah mulai menyusun arah...

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat menyampaikan KEM PPKF 2027 dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta.

berita terkini